Bursa Transfer

2 Klub Turki Rebutkan Mesin Gol dari Klub Juara Liga Primer

Jumat, 10 Agustus 2018 07:35 WIB
Penulis: Yasmin Rasidi | Editor: Yohanes Ishak
© INDOSPORT
Logo Liga Primer Inggris. Copyright: © INDOSPORT
Logo Liga Primer Inggris.

INDOSPORT.COM - Dua klub raksasa dari Liga Turki dilaporkan tengah saling sikut demi mendapatkan penyerang dari klub juara Liga Primer Inggris musim 2015/16, Leicester City.

Dia adalah Islam Slimani yang terbilang kurang tampil memuaskan selama perkuat The Foxes di Premier League pada musim 2017/18 kemarin. Meski demikian, dirinya ternyata mampu menjadi rebutan dua klub sepak bola Liga Turki ini, Besiktas dan Fenerbahce.

Selain itu, klub lamanya Sporting Lisbon juga ingin memulangkan pesepakbola Aljazair ini kembali, demikian menurut laporan dari berita olah raga Sky Sports.

Slimani direkrut dari Sporting Lisbon dua tahun lalu dengan nilai transfer 28 juta poundsterling atau nyaris mencapai Rp520 miliar.

Di paruh kedua musim lalu, pelatih Claude Paul bahkan sempat meminjamkan Slimani ke Newcastle United. Lagi-lagi Slimani tampil kurang memuaskan dengan hanya tampil empat kali tanpa menjaringkan satu bola pun ke gawang lawan.

Lisbon dikabarkan ingin meminjam eks bintangnya ini. Namun, nampaknya Leicester lebih memilih untuk melepasnya secara permanen.

Leicester City sejauh ini sudah melepas Ahmed Mousa ke klub Arab Saudi Al-Nassr dan Riyad Mahrez ke Manchester City. Nama terakhir ini sudah dikaitkan dengan The Citizens sejak musim lalu.

Saat ini, The Foxes tengah harap-harap cemas agar Maguire, yang tampil cemerlang di Piala Dunia 2018 bersama timnas Inggris, tidak terpengaruh rayuan maut Manchester United di menit-menit terakhir bursa transfer Liga Primer Inggris yang akan berakhir Kamis (09/08/18).

Terus ikuti berita sepak bola tentang Liga Inggris di INDOSPORT

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%