Liga Indonesia

Begini Alasan Tersangka Hingga Tega Habisi Nyawa Jakmania

Selasa, 25 September 2018 13:16 WIB
Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Matheus Elmerio Giovanni
© Istimewa
Para terduga pelaku pengeroyokan Jakmania Haringga Sirilia  hingga tewas. Copyright: © Istimewa
Para terduga pelaku pengeroyokan Jakmania Haringga Sirilia hingga tewas.

INDOSPORT. COM - Pihak Kepolisian akhirnya telah menangkap 8 tersangka yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan yang menewaskan seorang Jakmania, Haringga Sirilia.

Pada hari Minggu (23/09/18) kemarin, Liga 1 pekan ke-23 menggelar laga antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Hasil laga sendiri akhirnya dimenangkan Persib dengan skor 3-2.

Namun, kemenangan Persib harus ternoda dengan sebuah aksi pengeroyokan Jakmania oleh Bobotoh. Ya, beberapa oknum Bobotoh, dikabarkan melakukan pengeroyokan kepada seorang suporter Persija hingga tewas.

Kasus ini kemudian langsung ditangani oleh Polretabes Bandung. Kepolisian pun bertindak cepat dan kini sudah mengamankan 8 tersangka yang diduga menjadi pelaku pengeroyokan.

Salah satu tersangka yang tertangkap, Budiman, mencoba memberikan pengakuannya atas kasus tersebut. Pada saat kejadian, Budiman memukuli tubuh korban dengan sebuah tongkat yang mirip dengan pipa besi.

Budiman lantas mengungkap alasannya hingga tega melakukan hal itu. Pria berusia 41 tahun tersebut mengaku, bahwa ia melakukan aksi pemukulan, lantaran ingin membantu ayahnya.

"‎Saya hanya membantu bapak saya saja," ujar Budiman kepada wartawan.

Polisi sendiri kini masih dalam tahap penyelidikan lebih lanjut untuk bisa menyelesaikan kasus ini. Kabarnya, para pelaku akan dijerat dengan hukuman tujuh tahun penjara.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola Liga Indonesia dan Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT

IDS Emoticon Suka
Suka
4%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
1%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
5%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
10%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
4%
IDS Emoticon Takut
Takut
1%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
10%
IDS Emoticon Marah
Marah
63%