Liga Indonesia

Terungkap! Ini Penyebab Kekalahan Telak PSM Makassar di Tangan Persebaya

Minggu, 11 November 2018 11:01 WIB
Penulis: Wira Wahyu Utama | Editor: Lanjar Wiratri
© INDOSPORT/Fitra Herdian
Perebutan bola di lini tengah Copyright: © INDOSPORT/Fitra Herdian
Perebutan bola di lini tengah

INDOSPORT.COM - Playmaker andalan PSM Makassar Wiljan Pluim tak bisa berbuat banyak saat timnya digunduli Persebaya Surabaya tiga gol tanpa balas pada pekan ke-30 kompetisi sepak bola Indonesia, Liga 1. Penyebab kekalahan PSM Makassar di tangan klub bola Indonesia asal Surabaya pun terungkap.

Skill penguasaan bola di atas rata-rata, Wiljan Pluim, tak terlihat dalam pertandingan di GBT, Sabtu (10/11/18). Hal itu membuat aliran bola ke lini depan Juku Eja buntuh. Terbukti PSM nol (0) percobaan dan tembakan mengarah ke gawang.

Bagi Robert Rene Alberts itu tak lepas dari banyaknya gelandang Juku Eja yang absen karena hukuman dan sanksi. Hal yang membuat dirinya kesulitan meramu resep jitu.

"Ya, memang banyak gelandang yang absen, kita tidak punya cukup gelandang. Striker kami (Sandro) juga ada di Hong Kong jadi kami memang punya pilihan terbatas," ujar Robert Alberts.

© INDOSPORT/Fitra Herdian
Susunan pemain PSM Makassar Copyright: INDOSPORT/Fitra HerdianSusunan pemain PSM Makassar

Pada babak pertama, Pluim memang jarang menempati area seperti biasanya (attacking half/sepertiga lapangan lawan). Jebolan Eredivisie ini justru lebih banyak berada di barisan depan menggantikan peran yang selama ini acap dilakoni Sandro, Ferdinand Sinaga dan sesekali Guy Junior.

Ferdinand sendiri sejatinya tersedia dalam line up. Namun, Robert belum berani menurunkan sebagai starter karena mantan bomber Persib Bandung itu belum dalam kondisi fit pasca mengalami cedera beberapa waktu lalu.

The Dragon julukannya baru masuk pada babak kedua menggantikan Wasyiat Abdullah. Namun sayangnya, kehadiran Ferdinand tidak berdampak signifikan. Persebaya terlanjur di atas angin dan PSM kesulitan mengembangkan permainan.
Gagal Counter Attack!

PSM memang terlihat menerapkan taktik bertahan pada babak pertama dengan mengandalkan counter attack untuk mencuri gol. Sayangnya taktik itu tidak berjalan mulus. Puncaknya, terjadi blunder Steven Paulle pada akhir babak pertama.

"Target kami memang 30 menit pertama tidak kebobolan," ujar Robert.

17