Liga Indonesia

Pelatih Arema FC Enggan Banyak Komentari Isu Pengaturan Skor

Rabu, 21 November 2018 07:55 WIB
Penulis: Ian Setiawan | Editor: Lanjar Wiratri
© Sudjarwo/INDOSPORT
Pelatih Arema FC, Milan Petrovic (tengah) bersama Israel Wamiau saat sesi konferensi pers jelang laga. Copyright: © Sudjarwo/INDOSPORT
Pelatih Arema FC, Milan Petrovic (tengah) bersama Israel Wamiau saat sesi konferensi pers jelang laga.

INDOSPORT.COM - Pelatih Arema FC, Milan Petrovic, tak ingin berkomentar klebih jauh mengenai isu pengaturan skor yang dalam beberapa waktu terakhir merebak di kompetisi Liga 1. Tak cuma di Liga 1, isu pengaturan skor juga kabarnya santer terjadi di kompetisi sepak bola Indonesia lainnya.

Menuju perjalanan akhir, kompetisi sepak bola Indonesia mulai dihinggapi isu tak sedap. Gonjang-ganjing perihal isu match fixing alias pengaturan skor pun mulai merebak, atas beragam kejanggalan yang terjadi mengiringi hasil di sejumlah pertandingan baik di Liga 1, 2 dan 3, plus Piala Indonesia.

Disodori pertanyaan super sensitif itu, Milan Petrovic langsung menepisnya dengan jawaban elegan.

"Saya tidak tertarik memberi pendapat apa pun terkait hal itu (match Fixing)," ujar Head Coach Arema FC itu kepada Indosport pasca membawa anak asuhnya mengalahkan Persekam Metro FC dalam babak 64 besar Piala Indonesia di Stadion Gajayana Malang, Selasa sore.

© Ian Setiawan/INDOSPORT
Tiga pemain Perseru saat menghadang pergerakan Johan Al Farisi. Copyright: Ian Setiawan/INDOSPORTTiga pemain Perseru saat menghadang pergerakan Johan Al Farisi.

Ia pun mengajak publik untuk menganalisis sebuah hasil pertandingan sepak bola secara cerdas. Tentu saja sesuai dengan kapasitas masing-masing, seperti halnya Milan dari kacamata seorang pelatih.

"Saya sangat senang dengan semakin banyaknya pertandingan di kompetisi ini, baik Liga 1, Liga 2 bahkan di Piala Indonesia," papar Milan.

"Dan ketika Anda menang di satu pertandingan, maka efeknya bisa besar di laga berikutnya. Sehingga, beragam pertandingan itu bisa menjadi ajang pembuktian seberapa bagus tim yang Anda punya," sambungnya.

Milan juga meminta publik untuk berpikir lebih jernih atas kemenangan sebuah tim dengan skor telak yang tercipta. Seperti pada laga di Piala Indonesia musim ini, ketika Persebaya Surabaya menciptakan rekor kemenangan paling telak dalam sejarah turnamen. 

Tim Bajul Ijo mencatat kemenangan fantastis tatkala menggulung PSBI Blitar dengan skor 14-0 di babak 128 besar pada 2 September lalu. Meski PSBI terpaut dua level di bawahnya, namun tetap saja, kemenangan dengan skor super besar itu menimbulkan sedikit pandangan miring.

"Tidak masalah. Karena, semua tim memilki persiapan yang berbeda. Sedangkan pada kemenangan kami (5-1) tidak lepas dari keunggulan sisi teknis dari dua babak pertandingan," pungkas pelatih asal Serbia itu.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola Liga Indonesia Lainnya di INDOSPORT