Liga Indonesia

Waspada! Persija Jakarta Gabung Grup Neraka di Piala Presiden 2019

Selasa, 19 Februari 2019 14:20 WIB
Penulis: Subhan Wirawan | Editor: Indra Citra Sena
© Muhammad Nabil/INDOSPORT
Suasana stadion usai pertandingan Persija vs 757 Kepri Copyright: © Muhammad Nabil/INDOSPORT
Suasana stadion usai pertandingan Persija vs 757 Kepri

INDOSPORT.COM - Piala Presiden 2019 segera bergulis. Persija Jakarta selaku jawara bertahan sekaligus kampiun Liga 1 2018 lalu dipastikan bakal mendapat perlawanan sulit usai tergabung dalam grup neraka.

Diketahui, tim berjulukan Macan Kemayoran tersebut berada di Grup D yang berisikan tim-tim bertabur bintang seperti PSS Sleman, Madura United, serta Borneo FC.

Sulitnya lagi, semua pertandingan bakal dilakukan di luar kandang, yakni Stadion Maguwuharjo, Sleman, yang akan dimulai per 2 Maret mendatang.

Dari tiga tim yang tergabung dalam Grup D, Madura United dan Borneo FC bisa disebut sebagai lawan terkuat bagi Persija.

Pasalnya, kedua tim itu mempunyai komposisi pemain yang cukup mentereng, contohnya Madura United yang diperkuat beberapa pemain bintang berlabel tim nasional Indonesia seperti Andik Vermansah dan Zulfiandi, plus top skorer Liga 1 musim lalu, Aleksandar Rakić.

Sistem turnamen menyebutkan bahwa dari lima grup yang diikuti total 20 klub hanya akan menyisakan delapan. Mereka berhak melaju ke babak 8 besar.

Sebanyak lima tim yang lolos sebagai pemuncak klasemen grup berpeluang menjadi tuan rumah di babak 8 besar, sementara tiga tim lain akan diambil dari posisi runner-up terbaik.

Di babak semifinal, format pertandingan berubah menjadi kandang-tandang serta bakal digelar pada 2-6 April 2019. Sementara itu, partai final akan dihelat pada 9-12 April mendatang.

Terus Ikuti Berita Sepak Bola Persija Jakarta dan Liga Indonesia Lainnya Hanya di INDOSPORT

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%