Liga Indonesia

Hilton Moreira Minta Maaf kepada Sriwijaya FC, Ada Apa Gerangan?

Rabu, 20 Maret 2019 10:50 WIB
Kontributor: Muhammad Effendi | Editor: Indra Citra Sena
© sidomi.com
Hilton Moreira saat berseragam Sriwijaya FC. Copyright: © sidomi.com
Hilton Moreira saat berseragam Sriwijaya FC.

INDOSPORT.COM - Penyerang asal Brasil Hilton Moreira sempat disebut bersedia kembali memperkuat Sriwijaya FC di Liga 2 2019. Dia bahkan dikabarkan sudah menyatakan niat ini secara langsung beberapa waktu lalu. 

Sayang, keinginan eks pemain Persipura ini sepertinya harus kandas lantaran proses naturalisasi yang kemungkinan bakalan berlangsung lebih panjang dari perkiraannya. 

Sekadar mengingatkan, Hilton masih tercatat sebagai warga negara Brasil. Ia ingin berganti kewarganegaraan sekaligus memenuhi syarat masuk Sriwijaya mengingat Liga 2 tak diperbolehkan memakai tenaga pemain asing. 

Dalam unggahan wakil Tim SAR Sriwijaya, Hendri Zainuddin, Rabu (20/3/19), Hilton menyebut bahwa ia membatalkan kerja sama dengan orang yang mengurus naturalisasinya lantaran proses tersebut bakal berjalan lama. 

"Hilton minta maaf, ia menghubungi orang yang menggurus proses naturalisasi. Orang itu bilang butuh waktu lama," kata HZ. 

Hilton pun akhirnya membatalkan kerjasama dengan orang itu. Ia pun berencana akan terbang ke Indonesia dan akan mengurus naturalisasi dan sekaligus mencari tim yang mungkin bersedia membantu prosesnya. 

Hilton Moreira memang sudah lama malang melintang di dunia sepak bola Indonesia. Ia sudah lama tinggal di negara ini. 

Tahun pertamanya, Hilton memperkuat Deltras Sidoarjo musim 2005-2008. Selanjutnya ia hijrah ke Persib Bandung (2008-2011), lalu Sriwijaya FC (2011-2012), kemudian terakhir di Persipura (2018). 

Ikuti Terus Perkembangan Sepak bola Indonesia dan Olahraga Lainnya Hanya di INDOSPORT

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
100%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%