Liga Italia

Nostalgia Brescia, Pelabuhan Pertama dan Terakhir Para Legenda Sepak Bola

Rabu, 3 April 2019 18:03 WIB
Editor: Coro Mountana
© charitystars.net
Roberto Baggio dan Andrea Pirlo semasa memperkuat Brescia. Copyright: © charitystars.net
Roberto Baggio dan Andrea Pirlo semasa memperkuat Brescia.

INDOSPORT.COM – Dulu, nyaris di semua pelosok warung kopi yang ada di Indonesia pasti akan mengganti channel TV yang menyiarkan siaran Serie A Italia. Hal itu dikarenakan di era 1990-an hingga awal 2000-an, Serie A merupakan tontonan wajib bagi pecinta sepak bola dunia.

Fenomena itu tak lepas dari kehadiran ‘Il Sette Magnifico’ yang menjadi trademark Serie A Italia pada saat itu. Ketujuh klub anggota ‘Il Sette Magnifico’ itu adalah Juventus, AC Milan, Inter Milan, AS Roma, Lazio, Fiorentina, dan Parma.

Namun jagoan dari Serie A sejatinya tak hanya itu saja, masih ada 1 klub yang perlu mendapatkan perhatian khusus yaitu, Brescia. Sepintas klub itu seperti kurang terdengar familiar oleh kaum milenial, tapi nyatanya klub ini sering menjadi pelabuhan pertama dan terakhir para legenda sepak bola dunia.

Andrea Pirlo

© Brescia Calcio
Logo baru Brescia Calcio yang lebih modern. Copyright: Brescia CalcioLogo baru Brescia Calcio yang lebih modern.

Percaya atau tidak jika Andrea Pirlo merupakan produk akademi dari Brescia? Nyatanya ia merupakan lulusan tim junior pada tahun 1995. Lalu Pirlo pun sempat membela Bresia senior hingga tahun 1998 sebelum akhirnya memutuskan untuk hengkang ke Inter Milan.

Akan tetapi dikarenakan karier yang tak berkembang di Inter Milan, Pirlo pun sempat dipinjamkan ke Reggina dan Brescia lagi. Siapa sangka, pelatih Brescia saat itu, Carlo Mazzone menyadari ada sesuatu yang salah dengan Pirlo dan langsung merubah posisi bermainnya.

“Pirlo adalah pemain hebat tapi ia menderita ketika turun sebagai gelandang serang di belakang penyerang. Akhirnya saya memutuskan merubah perannya, saya memainkan dia sebagai playmaker di belakang para gelandang,” ungkap Mazzone, seperti dilansir dari Football Italia.

Jadi singkat cerita Pirlo sejatinya merupkan seorang gelandang serang, tetapi Mazzone mengubah perannya sebagai deep-lying playmaker. Peran tersebut nyatanya membuat karier Pirlo yang sempat gagal di Inter Milan, mendadak meroket saat di AC Milan dan Juventus.

Sekadar informasi, deep-lying playmaker merupakan seorang gelandang bertahan yang tidak bertugas sebagai pemutus serangan lawan, melainkan tugasnya adalah sebagai pengatur serangan.

Pep Guardiola

© telegraph.co.uk
Pep Guardiola semasa masih berada di klub Brescia sebagai pemain. Copyright: telegraph.co.ukPep Guardiola semasa masih berada di klub Brescia sebagai pemain.

Jika Pirlo bermain di Brescia saat awal karier yang ternyata membantunya dalam bekembang menjadi mungkin satu-satunya deep-lying playmaker atau regista terbaik di muka bumi, maka Pep Guardiola bermain di klub tersebut menjelang akhir kariernya.

Pep Guardiola yang kita kenal saat ini sebagai salah satu pelatih tersukses saat ini merupakan jenderal lapangan tengah handal di Barcelona semasa masih menjadi pemain. Mendekati akhir kariernya, Guardiola membuat kejutan dengan bergabung dengan Brescia di musim 2001/02 dan 2003.

Luca Toni

Dunia mengenal Luca Toni sebagai penyerang haus gol untuk Bayern Munchen, tapi ternyata jauh sebelum itu, Brescia juga sempat merasakan magis dari penyerang Italia. Bermain dalam 44 pertandingan, Luca Toni berhasil mencetak 15 gol untuk Brescia pada musim 2001/03.

Roberto Baggio

© dreamteamfc
Roberto Baggio semasa memperkuat Brescia. Copyright: dreamteamfcRoberto Baggio semasa memperkuat Brescia.

Legenda sepak bola Italia, Roberto Baggio yang terkenal akan rambut kuncir kuda ini juga sempat merasakan atmosfer stadion Maria Rigamonti yang merupakan kandang Brescia pada musim 2000-04. Lebih spesial adalah karena Brescia merupakan klub terakhir Baggio sebelum ia memutuskan pensiun.

“Roberto (Baggio) jatuh cinta pada Brescia karena ini adalah satu-satunya klub di mana ia merasa berada di rumah,” cerita Presiden Brescia, Gino Corioni, seperti yang dinukil dari Dreamteam FC.

Pada akhirnya Brescia yang merupakan klub kecil Italia sempat merasakan menjadi klub persinggahan sejumlah bintang kelas dunia. Akan tetapi setahun setelah Baggio pensiun, mereka langsung terdegradasi. 

Untuk menghormati jasa dari Baggio, Brescia memutuskan untuk mempensiunkan nomor punggung 10 yang selalu dipakai oleh legenda sepak bola Italia itu.

Brescia sebenarnya sempat naik kasta pada 2009/10 tapi langsung terdegradasi lagi. Kali ini Brescia kembali mendapatkan kesempatan emas untuk promosi ke Serie A setelah menempati posisi puncak klasemen Serie B dengan perolehan 54 angka dari 29 pertandingan.

Terus Ikuti Perkembangan Seputar Brescia dan Berita Olahraga Lainnya di INDOSPORT.COM.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
100%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%