Liga Indonesia

Semen Padang Tolak Regulasi Era Edy Rahmayadi di Liga 1 2019

Jumat, 19 April 2019 02:30 WIB
Penulis: Luqman Nurhadi Arunanta | Editor: Juni Adi
© thekmers.co.id
Pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli (kiri) dan Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Rinold Thamrin (kanan). Copyright: © thekmers.co.id
Pelatih Semen Padang Syafrianto Rusli (kiri) dan Direktur Utama PT Kabau Sirah Semen Padang (KSSP) Rinold Thamrin (kanan).

INDOSPORT.COM – Klub sepak bola Indonesia, Semen Padang menolak regulasi yang mewajibkan pemain muda tampil di babak pertama seperti saat era Edy Rahmayadi pada Liga 1 2017.

Bos Semen Padang Rinold Thamrin mengatakan, pihaknya tidak ingin ada lagi regulasi seperti itu di Liga 1 2019 mendatang.

Menurutnya, regulasi pemain muda yang diwajibkan tampil di tim senior dapat merusak ritme permainan. Ia lebih ingin pemain muda berproses secara alami di kompetisi usia muda U-16, U-18, dan U-20.

“Mereka tentu akan berproses di kompetisi tersebut dan jangan lagi diwajibkan masuk ke tim senior,” ujar Rinold, Kamis (18/04/19), seperti dilansir dari situs berita Antara.

Sementara itu, PT Liga Indonesia Baru telah mewajibkan klub mendaftarkan 7 pemain di bawah usia 23 tahun dari jumlah maksimal 30 pemain yang didaftarkan ke operator liga.

Semen Padang sejauh ini telah memiliki 4 pemain usia 23 tahun. Untuk menutupi kekurangan tersebut, klub berjuluk Kabau Sirah itu akan mengambil pemain dari tim U-20.

“Kami berharap tentu regulasi pemain sama seperti musim lalu dan tidak mewajibkan pemain muda bermain setengah babak di setiap pertandingan pada musim 2019,” tambahnya.

Berstatus tim promosi, Semen Padang tetap mematok target tinggi. Mereka menargetkan dapat finis di urutan 5 besar klasemen akhir.

Ikuti Terus Berita Sepak Bola Indonesia dan Olahraga Lainnya di INDOSPORT.COM

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%