In-depth

Skenario Konspirasi Barisan Para Mantan Liverpool yang Bisa Buat Manchester City Sakit Hati

Senin, 6 Mei 2019 16:30 WIB
Editor: Coro Mountana
© liverpoolfc.com
Rafael Benitez dan Jurgen Klopp tampak akrab saat pertandingan Newcastle United vs Liverpool di Liga Primer Inggris. Foto: liverpoolfc.com Copyright: © liverpoolfc.com
Rafael Benitez dan Jurgen Klopp tampak akrab saat pertandingan Newcastle United vs Liverpool di Liga Primer Inggris. Foto: liverpoolfc.com
Bantuan Rafael Benitez

Pertama ada Rafael Benitez yang merupakan mantan pelatih Liverpool pada medio 2004-2010 lalu. Dia bak membawa beban moral karena gagal membawa Liverpool gagal juara pada edisi 2008/09, sehingga bisa jadi musim ini menjadi penebusannya.

Rencana konspirasi itu sudah dilakukan Benitez saat memimpin timnya menjamu Liverpool pada akhir pekan lalu. Bertanding di kandang sendiri, Newcastle United alami kekalahan 2-3 dari Liverpool yang membuat Manchester City harus terus menang di laga selanjutnya.

Sepintas terlihat Newcastle memang seperti memberi perlawanan kepada Liverpool pada akhir pekan lalu. Akan tetapi, jika ditelisik lebih jauh, Benitez menggunakan strategi yang justru menguntungkan Liverpool.

Berdasarkan catatan Whoscored, Newcastle bermain agresif dengan melepaskan total tembakan dan shot on target lebih banyak daripada Liverpool. Gaya main agresif itu justru sangat disukai oleh Liverpool karena dapat dengan mudah ditembus pertahanannya oleh Mohamed Salah cs.

Misi Brendan Rodgers

Setelah Rafael Benitez menjalankan tugasnya dengan baik yaitu memberikan ‘kemenangan’ bagi Liverpool, rencana konspirasi bakal dilanjutkan oleh Brendan Rodgers. Pelatih Leicester City itu pernah menangani Liverpool pada edisi 2012-2015.

© Football 365
Brendan Rodgers (kiri) saat masih di Liverpool dan Jurgen Klopp di Borussia Dortmund. Copyright: Football 365Brendan Rodgers (kiri) saat masih di Liverpool dan Jurgen Klopp di Borussia Dortmund.

Ada sejumlah motif yang dapat menguatkan alasan Rodgers bakal mati-matian mengalahkan Manchester City. Mulai dari usaha membawa Liverpool juara setelah sempat gagal pada 2014 hingga membawa Leicester City bermain di Liga Europa musim depan.

Rodgers diketahui merupakan pelatih Liverpool pada 2012-2015, di mana ia hampir membawa The Reds juara namun gagal karena kalah saing dengan Manchester City. Sementara itu, Leicester sendiri sedang dikejar target untuk finis di posisi ketujuh Liga Primer Inggris.

Pasalnya, posisi ketujuh akan mendapat jatah bermain di Liga Europa musim depan asalkan Manchester City berhasil mengalahkan Watford di final Piala FA. Leicester saat ini terpaut enam angka di belakang posisi ketujuh Wolverhampton Wanderers.

© Molly Darlington - AMA/Getty Images
Arsenal bertekuk lutit dari Wolverhampton Copyright: Molly Darlington - AMA/Getty ImagesArsenal bertekuk lutut dari Wolverhampton

Andai Leicester mampu sapu bersih dua laga sisa dengan kemenangan termasuk Manchester City, maka peluang untuk berada di posisi ketujuh terbuka. Tapi tentu juga berharap Liverpool dapat membalas budi Leicester dengan mengalahkan Wolves di pekan terakhir.

Kehadiran Brendan Rodgers di Leicester City musim ini sendiri tak ubahnya seperti agen rahasia Liverpool karena muncul secara tiba-tiba. Rodgers tadinya adalah pelatih Glasgow Celtic yang diminta untuk menangani Leicester pada pertengahan musim ini.

© INDOSPORT
Brendan Rodgers resmi latih Leicester. Copyright: INDOSPORTBrendan Rodgers resmi latih Leicester.

Oleh karena itu, patut ditunggu apakah konspirasi dari barisan para mantan Liverpool (Benitez dan Rodgers) untuk membuat Manchester City sakit hati karena gagal juara dapat terwujud atau tidak.

Jika terjadi, maka Liverpool behasil mengakhiri puasa gelar Liga Primer Inggris dengan bantuan konspirasi barisan para mantan yang di masa lampau gagal menuntaskan dahaga itu.

Bertualang ke Tempat Wisata Unik di Malang, Kampung Biru Arema

Terus Ikuti Perkembangan Seputar Liverpool dan Manchester City di INDOSPORT.