In-depth

PSSI Belum Mampu, Seberapa Sulit VAR Diterapkan di Liga 1?

Rabu, 8 Mei 2019 20:39 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Getty Images
Liga 1 VAR (Video assistant referee). Copyright: © Getty Images
Liga 1 VAR (Video assistant referee).

INDOSPORT.COM - Wacana mengenai penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Liga 1 2019 terus bergulir seiring keinginan klub untuk jalannya kompetisi yang jujur dan fair

VAR terus menemukan momentumnya setelah begitu banyak manfaat yang bisa didapatkan. 

Di Eropa, VAR kini sudah menjadi perangkat wajib untuk diterapkan di kompetisi liga, misalnya saja Serie A dan LaLiga. Bahkan, Liga Champions juga menggunakannya tahun ini. 

Manfaatnya pun nyata adanya. Statistik menunjukkan penerapan VAR sanggup memangkas jumlah kesalahan ofisial di lapangan. 

Tak perlu jauh-jauh ke Eropa, di ASEAN sendiri VAR sudah mulai digunakan. Tercatat ada dua liga yang sudah menggunakan, yakni Thailand, Vietnam. Sementara Liga Malaysia dipastikan akan menggunakannya pada kompetisi tahun 2020.

Lalu pertanyaannya, kapan Indonesia menggunakan VAR?

Jika bicara soal urgensi, sejatinya Liga 1 sangat membutuhkan VAR. Skandal match fixing yang mendera persepakbolaan tanah air sudah lebih dari cukup sebagai landasan penggunaan VAR. 

Wasit, seperti yang kita tahu, memegang tanggung jawab besar dalam menentukan jalannya pertandingan. 

Dengan begitu banyak kesalahan yang dibuat wasit Indonesia serta masalah match fixing yang mendera, VAR pun semestinya menjadi sebuah keharusan. 

Bahkan, sejumlah klub rela patungan untuk pengadaan VAR di Liga 1 musim ini. 

Sayangnya, gayung tak bersambut. PSSI sebagai induk sepak bola tertinggi Indonesia tak menyanggupi permintaan klub-klub dan suporter di Tanah Air. 

Ada beberapa alasan yang dikemukakan oleh PSSI. Pertama, PSSI masih terkendala peralatan kamera yang memadai untuk VAR di setiap pertandingan. 

Kedua, menurut PSSI, tidak semua wasit di Indonesia kompeten dalam penggunaan teknologi VAR dan mesti dilakukan pelatihan. 

Terakhir, tidak semua pertandingan di Liga 1 sanggup dilaksanakan secara live

Sebenarnya, jika kita menilik standar dan peraturan dalam penggunaan VAR, seberapa sulit teknologi tersebut diterapkan di Liga 1?

Tata Cara Penggunaan VAR 

Mari kita menilik terlebih dahulu pada peraturan standar VAR yang ditetapkan FIFA. Standar ini sebatas digunakan di kompetisi Piala Dunia dan diadopsi pada sejumlah liga di Eropa. 

Cara kerjanya, FIFA ataupun federasi sepak bola akan memilih 13 wasit sebagai video assistant yang duduk di sebuah ruangan khusus. 

Dari dalam ruangan khusus itu, para wasit VAR akan menyaksikan dengan seksama siaran langsung pertandingan dengan akses semua kamera yang terletak di dalam stadion pertandingan, termasuk slow motion

Dari situlah wasit VAR menghubungi wasit di lapangan jika ada sesuatu keputusan yang keliru atau kejadian yang luput dari perhatian wasit. 

Tentunya tiap wasit di lapangan (termasuk hakim garis) harus menggunakan alat komunikasi berupa earpiece

Jika melihat standar Piala Dunia atau kompetisi di liga top Eropa, dibutuhkan sekiranya 20 kamera dalam satu pertandingan. 

Kameramen yang mengoperasikan pun tak bisa sembarangan. Mereka harus orang terlatih yang juga paham standar broadcasting untuk sebuah siaran televisi.

Sebab, tiap tayangan kamera VAR harus layak untuk disaksikan di televisi dalam sebuah tayangan live.