In-depth

Berpotensi Kematian, PSSI Harus Beri Sanksi pada Aksi Brutal Elisa Basna

Jumat, 31 Mei 2019 09:10 WIB
Editor: Matheus Elmerio Giovanni
© arahbola
Jumadi Abdi terkapar di pinggir lapangan usai mengalami tendangan di perutnya. Copyright: © arahbola
Jumadi Abdi terkapar di pinggir lapangan usai mengalami tendangan di perutnya.
Sudah Ada Pesepak Bola Indonesia yang Meninggal

Berbicara pemain sepak bola Indonesia yang meninggal karena aksi brutal yang dilakukan oleh lawan, tentu kita masih mengingat nama Jumadi Abdi.

Penggawa PKT Bontang itu juga mengalami hantaman keras di perutnya dari pemain Persela Lamongan, Denny Tarkas pada laga yang dimainkan di Stadion Mulawarman, 7 Maret 2009 silam.

Jumadi langsung tak sadarkan diri di lapangan dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk menjalani operasi, sayang nyawanya tak tertolong. 

Gelandang yang sempat membela Timnas Indonesia di SEA Games 2005 itu harus tutup usia setelah vonis dokter menyatakan bagian usus halusnya robek.

Ada juga aksi brutal yang terbaru dan juga menyebabkan meninggal dunia, yaitu saat kiper PSAP Sigli, Agus Rohman melayangkan kakinya ke perut striker Persiraja, Akli Fairuz.

Saat kemelut di depan gawangnya, Agus Rohman terlihat sengaja melayangkan kaki kanannya ke perut Akli Fairuz dengan cukup kencang. Akli Fairuz pun sebenarnya masih sadar saat itu dan juga sempat pulang ke rumah usai pertandingan.

Namun, sang pemain merasakan sakit beberapa jam kemudian dan menjalani perawatan selama enam hari di rumah sakit sebelum meninggal dunia. Akli meninggal dunia dikarenakan luka di bagian usus dan kantung kemih.

PSSI Harus Beri Sanksi untuk Elisa Basna

© Fitra Herdian/INDOSPORT
Elisa Basna, pemain Persebaya Surabaya. Copyright: Fitra Herdian/INDOSPORTElisa Basna, pemain Persebaya Surabaya.

Melihat insiden di pertandingan Persebaya vs PSIS kemarin malam dan membuat para pecinta sepak bola mengulang kembali memori soal aksi-aksi kekerasan di atas lapangan sepanjang sejarah.

Ini tentu tidak dapat dikompromi lagi, PSSI harus benar-benar bertindak tegas kepada Elisa Basna. Meski pun Fredyan Wahyu tidak apa-apa untuk saat ini, apa yang dialami oleh Akli Fairuz bisa saja kejadian.

Agus Rohman yang menendang perut Akli Fairuz pun mendapat larangan bermain selama satu tahun oleh Komdis PSSI. Agus pun diketahui sudah meminta maaf kepada keluarga Akli Fairuz.

Sementara untuk penendangan yang dilakukan Denny Tarkas kepada Jumadi Abdi pada 2009 silam, PSSI memberikan sanksi kepada penggawa Persela Lamongan larangan bermain selama empat bulan.

Kedua kasus tersebut sangat disayangkan, sanksi PSSI dijatuhkan kepada Agus Rohman dan Denny Tarkas, setelah korbannya meninggal dunia. Jadi poin utamanya adalah jangan menunggu Fredyan Wahyu mengalami sakit akibat aksi brutal Elisa Basna untuk memberi sanksi. 

Sanksi tegas harus langsung diberikan Komdis PSSI dalam waktu dekat ini. Dengan tujuan tak ada lagi pemain yang melakukan hal serupa dengan Elisa Basna.