Liga Indonesia

Bukan PSM, Eks Bomber Maut PSIS Ini Segera Diresmikan Barito Putera?

Selasa, 13 Agustus 2019 17:07 WIB
Penulis: Ronald Seger Prabowo | Editor: Arum Kusuma Dewi
© Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT
Bruno Silva, mantan pemain PSIS Semarang. Copyright: © Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT
Bruno Silva, mantan pemain PSIS Semarang.

INDOSPORT.COM - Desas-desus kembalinya mantan bomber maut PSIS Semarang, Bruno Silva ke kompetisi Indonesia mulai terkuak. Pemain asal Brasil baru saja meninggalkan klub Liga Arab Saudi, Al-Ain FC.

Bruno lantas dikait-kaitkan dengan tim-tim Liga 1 termasuk PSM Makassar untuk menggantikan Eero Markkanen. Namun dari sumber INDOSPORT, striker yang musim lalu mencetak 16 gol untuk PSIS itu selangkah lagi berkostum Barito Putera.

"Sebelumnya hampir deal dengan salah satu tim di Kalimantan. Namun tiba-tiba ada perubahan harga sehingga proses itu batal," ungkap sumber INDOSPORT, Selasa (13/08/19).

"Lalu ditawarkan ke Barito Putera dan selangkah lagi sudah deal ke sana. Dia cocok di sana karena banyak pemain yang jago penyuplai bola," tambah dia.

Jika eks bomber Botafogo FC itu berlabuh ke tim Laskar Antasari, klub yang bermarkas di Stadion 17 Mei Banjarmasin itu harus membuang satu pemain asing non Asia. Satu dari dua bek asal Brasil, Lucas Silva dan Artur Jesus paling realistis untuk didepak.

Lucas banyak mendapatkan kesempatan bermain (12 laga) dibanding Artur yang baru memainkan enam laga sejauh ini. Satu slot bek tengah selama ini ditempati bek lokal, Dandi Maulana maupun Donny Monim.

Sebelumnya Bruno Silva sudah pamitan dengan manajemen Al-Ain FC. Dia mengunggah salam perpisahan melalui akun instagram.

"Terima kasih banyak untuk musim ini 2018-2019. Saya harap teman-teman saya keberuntungan. Terima kasih tuhan untuk kesempatan dalam hidup," tulis penyerang berusia 28 tahun ini.

IDS Emoticon Suka
Suka
50%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
50%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%