INDOSPORT. COM - Pertandingan Timnas Indonesia vs Malaysia akan dihiasi oleh duel gelandang naturalisasi dari kedua tim, yakni antara Stefano Lilipaly kontra Brendan Gan. Siapa kira-kira yang akan menguasai lini tengah?
Sebuah laga panas bakal tersaji di Stadion Gelora Bung Karno pada Kamis (05/09/19) ini. Mulai pukul 19.30 WIB malam nanti, akan dihelat laga derby negara serumpun, Timnas Indonesia vs Malaysia.
Timnas Indonesia yang bertindak sebagai tuan rumah, jelas memunyai keuntungan tersendiri. Skuat Garuda bakal mendapat suntikan semangat lebih berkat dukungan suporter yang memadati tribune stadion.
Sementara Malaysia, tentu akan berusaha menciptakan kejutan. Pasukan Harimau Malaya diyakini telah menyiapkan strategi khusus untuk mempermalukan Timnas Indonesia.
Selain soal bumbu derby, sengitnya laga nanti juga dihiasi oleh duel gelandang naturalisasi dari kedua tim. Timnas Indonesia memiliki Stefano Lilipaly, dan Malaysia diwakili oleh Brendan Gan.
Kira-kira, siapa pemain naturalisasi yang bisa berjaya dan menguasai lini tengah? Lilipaly, atau sang gelandang naturalisasi Malaysia? INDOSPORT buatkan perkiraannya dalam ulasan berikut.
Capaian Prestasi
Setiap pemain sepak bola tentu akan sangat bangga bila pernah meraih trofi juara. Selain membuat CV sang pemain makin berkilap, capaian prestasi apik bisa kian menumbuhkan kualitas terkait mental juara.
Stefano Lilipaly, selaku gelandang naturalisasi Timnas Indonesia, dirinya belum pernah sama sekali meraih titel juara. Buktinya di catatan situs Transfermarkt, perolehan trofinya masih nihil.
Sementara itu, gelandang naturalisasi Malaysia, Brendan Gan, pernah sekali merasakan gelar juara. Pemain kelahiran Australia ini mampu merengkuh trofi Liga Australia bersama eks klubnya, Sydney FC pada musim 2009/10 silam.
Segala data tadi lantas memerlihatkan, kalau Brendan Gan punya kualitas lebih mentereng soal capaian prestasi. Tapi, bukan berarti Lilipaly akan kalah begitu saja, semuanya masih akan dibuktikan di lapangan pada laga malam nanti.
Rekam Jejak Karier
Stefano Lilipaly pernah menancapkan karier sepak bolanya di Eropa. Ia sempat membela sejumlah klub asal Belanda, FC Utrecht, AZ Alkmaar, Almere City, Telstar, dan SC Cambuur.
Sementara kalau level Asia, Lilipaly pernah pula merumput di luar Indonesia. Tepatnya pada 2014 lalu, Lilipaly bermain untuk klub Jepang, C'dole Sapporo.
Sedangkan Brendan Gan, sosoknya belum pernah merasakan karier sepak bola di Eropa. Kalau di luar Malaysia, Brendan Gan hanya sempat menghiasi Liga Australia bersama sejumlah klub, seperti Sydney FC, White Eagles, Sutherland Sharks, dan Rockdale Citu Suns.
Berdasarkan perbandingan tersebut, Lilipaly terbilang memiliki rekam jejak karier yang lebih menterang, karena pernah melanglang buana ke beberapa negara. Namun, sekali lagi, semuanya masih perlu dibuktikan di atas lapangan, sehingga belum tentu Brendan Gan tak berdaya dalam laga nanti.
Naluri Mencetak Gol
Stefano Lilipaly di Liga 1 2019 bersama Bali United untuk sementara mampu mencetak tiga gol dari 16 laga. Sementara Brendan Gan, nampak lebih baik ketajamannya, dengan koleksi empat gol dari 14 penampilan bersama klubnya Perak, di Liga Super Malaysia 2019.
Data tersebut memang memerlihatkan kalau kualitas ketajaman Lilipaly masih kalah dari Brendan Gan. Meski demikian, kalau secara keseluruhan karier, Lilpaly sebenarnya lebih tajam.
Berdasarkan data dari Soccerway, Lilipaly sepanjang kariernya sudah bisa mencetak 40 gol dari 158 laga. Sedangkan Brendan Gan, tertinggal jauh dengan koleksi 12 gol dari 95 penampilan.
Sebenarnya wajar jika Lilipaly nampak lebih berkualitas ketimbang Brendan Gan dalam urusan naluri mencetak gol. Lilipaly kariernya banyak bertindak sebagai gelandang serang, dan Brendan Gan menjadi penyeimbang lini tengah alias gelandang bertahan.