In-depth

Barito Putera dan Persija Jakarta, Bukti Tak Ada yang Pasti di Liga 1

Minggu, 15 September 2019 16:53 WIB
Penulis: Martini | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Herry Ibrahim/INDOSPORT
Riko Simanjuntak menghindari jegalan dari pemain Barito Putera. Copyright: © Herry Ibrahim/INDOSPORT
Riko Simanjuntak menghindari jegalan dari pemain Barito Putera.

INDOSPORT.COM – Betapa miris melihat papan bawah klasemen sementara Shopee Liga 1 2019 setelah menuntaskan kompetisi putaran pertama. Semen Padang FC, Persija Jakarta, dan PS Barito Putera masih tertahan di zona merah rawan degradasi.

Padahal ketiganya merupakan klub yang memiliki sejarah di persepakbolaan Tanah Air, dan tak jarang menorehkan prestasi di kancah sepak bola nasional maupun internasional.

Semen Padang, misalnya, pernah menjuarai Indonesia Premier League (IPL) era 2011/12 dan Indonesia Community Shield 2013. Di level internasional, klub berjuluk Kabau Sirah itu melaju ke babak perempatfinal Piala AFC 2013.

Meski sempat meninggalkan pentas Liga 1 lantaran terdegradasi di musim 2017 lalu, namun Kabau Sirah sukses kembali ke kompetisi kasta tertinggi sepak bola Tanah Air usai menjadi runner up Liga 2 2018.

Lain halnya dengan Barito Putera dan Persija Jakarta yang sempat digdaya di Liga 1 2018. Jika Barito sukses menjadi pemuncak klasemen di beberapa pekan, termasuk menutup putaran pertama dengan perolehan poin tertinggi.

Sayangnya di Liga 1 2018 putaran kedua, klub berjuluk Laskar Antasari mengalami kemerosotan usai tak pernah menang di delapan laga berturut-turut, hingga harus mengakhiri musim 2018 dengan berada di peringkat kesembilan.

Fakta mengejutkan juga menimpa Persija Jakarta, kampiun Liga 1 2018 yang kini terseok-seok di papan bawah klasemen sementara Liga 1 2019. Merosotnya prestasi Persija musim ini tentu tak lepas dari adanya pergantian pelatih.

Ya, musim lalu klub berjuluk Macan Kemayoran itu masih ditangani oleh Stefano ‘Teco’ Cugurra, yang kini membesut Bali United dan kembali membawa timnya ke puncak klasemen.

Persija Jakarta sempat mendatangkan Ivan Kolev, namun prestasinya di Piala AFC dan Piala Presiden tidak maksimal hingga manajemen Persija kemudian memutuskan untuk memanggil kembali Julio Banuelos ke Indonesia.

Namun nasib Julio Banuelos juga tengah di ujung tanduk, lantaran Tim Ibukota terus mendapatkan hasil minor di sepanjang putaran pertama Liga 1 2019, dan hanya mampu meraih dua kemenangan dari 15 laga yang telah dilangsungkan.

Fakta ini menyiratkan jika tak ada yang pasti dalam perhelatan Liga 1, termasuk dengan prestasi tim-tim kuat yang bahkan pernah menjadi pemuncak klasemen.