In-depth

Inter Milan Makin 'Nyetel' dengan Conte, Saatnya Bicara Scudetto?

Minggu, 15 September 2019 17:03 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Twitter/@Inter_en
Para pemain merayakan gol dalam laga Inter Milan vs Lecce di Serie A Italia 2019/20, Selasa (27/08/19). Copyright: © Twitter/@Inter_en
Para pemain merayakan gol dalam laga Inter Milan vs Lecce di Serie A Italia 2019/20, Selasa (27/08/19).

INDOSPORT.COM - Inter Milan tampil sangat menjanjikan di awal musim 2018/19 ini. I Nerrazzuri mengawali musim dengan menyapu bersih tiga laga perdana. 

Pada pekan pertama, skuat asuhan Antonio Conte menggulung Lecce dengan skor 4-0. Di laga berikutnya Inter menang 2-1 atas Cagliari. Teranyar, Nerrazzuri mengalahkan udinese 1-0. 

Inter Milan pun patut optimistis musim ini. Sebabnya, rekrutan-rekrutan anyar mereka terbukti sanggup tampil efektif dan jadi andalan. 

Inter musim panas ini memang belanjan besar-besaran. Nerazzurri mendatangkan pemain-pemain bintang seperti Romelu Lukaku, Diego Godin, dan Alexis Sanchez, serta pemain muda seperti Nicolo Barella dan Stefano Sensi. 

Dengan adanya sosok pelatih sekaliber Antonio Conte di pucuk pimpinan, seharusnya tak ada alasan Inter tak bisa saingi Juventus di tangga juara. 

Apalagi, hasil imbang yang diraih Juventus atas Fiorentina pada pekan ketiga membuat Inter jadi pemuncak tunggal klasemen sementara. 

Inter kini mendulang 9 poin hasil sapu bersih tiga kemenangan. Sementara rivalnya Juventus ada di posisi kedua dengan tujuh poin. 

Saatnya Bicara Scudetto?

Kompetisi Serie A memang masih sangat panjang. Masih ada 35 pertandingan lagi yang harus dijalani. Akan tetapi, tak berlebihan jika kita menyebut Inter adalah kandidat serius peraih scudetto. 

Sebabnya, Juventus yang notabene tim paling dominan dalam beberapa musim terakhir mengalami penurunan performa yang cukup signifikan awal musim ini. 

Tentu tak banyak yang mengira Juventus begitu kerepotan mengalahkan Napoli setelah sebelumnya sempat unggul 3-0. Fenomena comeback yang belum dirasakan Juventus dalam satu dekade terakhir ini.

Melawan Parma, mereka cuma menang 1-0, sementara lawan Napoli mereka hampir imbang andai saja tak ada gol bunuh diri Koulibaly. 

Di laga melawan Fiorentina Juventus juga kalah jauh dalam menciptakan peluang. Sebuah sinyal bahaya bagi tim asuhan Maurizio Sarri. 

Kurang meyakinkannya penampilan Juventus di awal musim ini sejatinya sudah bisa dirasakan sejak awal tahun 2019. 

Berdasarkan catatan statistik, Juventus mengalami kemerosotan yang cukup mencolok. Setelah hanya menderita satu kekalahan dari 31 laga Serie A, Juventus perlahan mulai mengendur dengan gagal meraih kemenangan di lima laga selanjutnya. 

Gagalnya Juventus menyapu bersih tiga laga awal di musim ini adalah yang pertama sejak tahun 2016. Pada musim lalu Juventus bahkan sanggup menyapu bersih delapan pekan pertama.  

Di sisi lain Inter Milan menunjukkan peningkatan yang positif. Dari tiga laga, Inter meraih poin sempurna serta mencetak tujuh gol dan hanya kebobolan satu. Angka ini lebih baik dari Juve yang baru mencetak lima gol dan sudah kebobolan tiga. 

Secara permainan, Inter Milan pun mampu menunjukkan identitasnya di bawah Antonio Conte. Nerazzurri menjadi tim yang dominan baik dalam ball possession maupun peluang. 

Jika Inter terus mempertahankan performa ciamiknya ini, maka bukan tak mungkin Nerazzurri bakal finis di atas Juventus pada akhir musim nanti. 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
100%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%