Liga Indonesia

Layangkan Surat Protes, Madura United Tuntut Wasit Dihukum Berat

Sabtu, 21 September 2019 07:41 WIB
Penulis: Ian Setiawan | Editor: Arum Kusuma Dewi
 Copyright:

INDOSPORT.COM - Madura United menuntut adanya hukuman berat bagi Wasit Nusur Fadilah pasca dikalahkan Borneo FC dari titik putih di menit akhir, Rabu 18 September kemarin.

Kejengkelan tim berjulukan Laskar Sapeh Kerrab itu tampak tidak tertahankan. Mereka menilai pemberian tendangan penalti sampai dua kali di luar kewajaran.

Penalti pertama gagal dieksekusi oleh Matias Conti. Namun, wasit kembali menunjuk titik putih yang akhirnya bisa dieksekusi menjadi gol oleh Lerby Eliandry, hingga skor akhir berubah 2-1 untuk kemenangan Borneo FC.

"Kami melayangkan surat protes yang keras sebagai langkah konkret. Yaitu untuk mengevaluasi kinerja wasit yang memimpin pertandingan itu," papar Haruna Soemitro.

Bagi MU sendiri, pengalaman pahit yang disebabkan dari kinerja wasit bukan yang pertama kalinya. Maka dari itulah, MU ingin ada sanksi yang membuat jera pengadil lapangan hijau untuk mempertanggungjawabkan kinerja mereka.

"Wasit, dalam hal ini Saudara Nusur Fadilah, harus dihukum seberat-beratnya," Manajer tim Madura United itu mengungkapkan.

"Minimal, dia sudah tidak boleh lagi memimpin apa pun pertandingan yang melibatkan Madura United. Maksimal, dia bisa diistirahatkan sampai akhir musim kompetisi," sambungnya.

Kepemimpinan wasit yang merugikan sudah dialami Madura United pada laga sebelumnya. Saat menahan imbang Bhayangkara FC 1-1 awal Agustus lalu, satu gol Beto Goncalves dianulir wasit meski dalam situasi menguntungkan atas terjadinya pelanggaran sebelum gol terjadi.