In-depth

Bagaimana Cara Arsenal Bangkit di Tangan Unai Emery?

Minggu, 17 November 2019 22:18 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Twitter/@brfootball
Nicolas Pepe merayakan gol pada laga Arsenal vs Vitoria de Guimaraes di Liga Europa 2019/2020, Jumar (25/10/19). Copyright: © Twitter/@brfootball
Nicolas Pepe merayakan gol pada laga Arsenal vs Vitoria de Guimaraes di Liga Europa 2019/2020, Jumar (25/10/19).

INDOSPORT.COM - Arsenal dituntut bangkit setelah mendapatkan sederet hasil buruk di bawah asuhan pelatih Unai Emery musim ini. 

Awam kelam tengah menaungi raksasa Liga Inggris, Arsenal. The Gunners kembali menelan pil pahit usai dikalahkan Leicester City 2-0 pada pekan ke-12 Liga Primer Inggris, Minggu (10/11/19). 

Kekalahan ini memperpanjang catatan tak pernah menang Arsenal dalam empat laga terakhirnya di Liga Inggris atau kelima di seluruh kompetisi. 

Akibatnya, Arsenal harus rela turun ke peringkat keenam klasemen sementara dengan 17 pon. The Gunners tertinggal delapan poin dari penghuni peringkat empat, Manchester City. 

Pelatih Unai Emery pun menjadi sorotan. Setelah mengalami masa suram di penghujung era Arsene Wenger, ternyata nasib sial masih berlanjut ketika dipegang oleh Emery. 

Bahkan, catatan Arsenal di tangan Unai Emery lebih buruk ketimbang Wenger. Dari 50 pertandingan terakhir bersama Emery, Arsenal mengoleksi 87 poin dengan 25 kemenangan, 12 imbang, dan 13 kekalahan. 

Sementara dari 50 laga terakhir di bawah Wenger, Arsenal mengemas 88 poin hasil dari 27 menang, 7 imbang, dan 16 kekalahan. 

Dalam produktivitas gol, Arsenal di era Wenger juga masih lebih baik. Arsenal di bawah Wenger mencetak 96 gol dari 50 laga. Sementara Emery cuma 89 gol di periode yang sama. 

Begitu juga dengan jumlah kebobolan di mana Arsenal era Wenger kebobolan 64 kali, sedangkan Emery kebobolan 68 kali. 

Hal ini pun membuat suporter The Gunners gerah. Mereka sudah mulai menyuarakan agar Emery meninggalkan Emirates Stadium. 

Namun begitu, sumber internal klub menyebutkan petinggi Arsenal masih terus memberikan kepercayaan 100 persen kepada Emery. Lalu, bagaimana caranya agar Arsenal segera bangkit di bawah asuhan Unai Emery?

Masalah Internal

Arsenal musim ini jelas tampak tak baik-baik saja. Dari awal hingga pertengahan musim ini, masalah internal terus menjangkiti Arsenal. 

Dimulai dari polemik Mesut Ozil. Sejak musim panas lalu, hubungan Ozil dengan Unai Emery digosipkan retak. 

Musim ini Ozil baru dimainkan di tiga pertandingan dari 12 pekan Liga Inggris. Di seluruh kompetisi, Ozil cuma main lima kali. 

Padahal, gelandang Jerman keturunan Turki ini tak mengalami cedera atau halangan lainnya. Padahal, musim lalu dirinya sering jadi aktor kunci dalam permainan The Gunners.

Hubungannya yang kurang harmonis dengan Unai Emery dinilai jadi penyebabnya. Namun begitu, belakangan eks pelatih PSG ini membantah adanya masalah pribadi. 

Menurut Emery, absennya Ozil di laga-laga Arsenal adalah demi kepentingan tim semata. Bahkan, Emery menyebut pihak klub setuju jika harus mencadangkan Ozil demi skuat secara keseluruhan. 

Memang penjelasan Emery kudang mendetail. Namun, diduga kuat faktor taktik dan formasi yang dimiliki Emerylah penyebab Ozil tidak dimainkan. 

Saat ini Unai Emery lebih sering memainkan formasi 4-2-3-1 bersama Arsenal. Dengan formasi dan taktik Emery, Ozil dinilai tak cocok dimainkan. 

Di sisi lain, kehadiran Dani Ceballos memberi opsi lebih baik bagi Emery di gelandang tengah. Ceballos bisa dipasangkan dengan Mateo Guendouzi, Granit Xhaka, dan tentu saja Lucas Torreira. 

Alasan ini cukup masuk akal. Namun, sayangnya, dengan formasi ini, Arsenal masih juga gagal meraih kemenangan. 

Lalu, mengapa Ozil tak kunjung main di Liga Europa atau Piala Liga? Ternyata kebijakan tim yang mementingkan pemain muda menjadi alasannya. 

Masalah internal lain yang mengancam Arsenal adalah polemik kapten Granit Xhaka. Bulan lalu Xhaka terlibat konflik dengan sebagian suporter Arsenal. 

Hal ini diawali dengan insiden ketika fans mencemooh Xhaka yang main dengan buruk. Xhaka pun tak menerima dan membalas dengan gestur yang memprovokasi. 

Akibatnya ban kapten pun lepas dari Xhaka. Kini jabatan penting itu disematkan kepada Aubameyang. 

Masalahanya, tak semua pemain menyetujui dipilihnya Aubameyang sebagai kapten. Alasannya, Aubameyang kerap bertingkah kontroversial dengan aktivitasnya di media sosial.  

Jika semua masalah ini bisa segera diatasi dengan tepat di bawah pimpinan Emery, maka niscaya hasil lebih baik pun akan menghampiri Arsenal. 

Belanja Pemain Belakang 

Saat ini barisan belakang menjadi titik terlemah Arsenal. Tidak ada sosok bek yang benar-benar kuat serta bisa diandalkan. 

Keberadaan David Luiz masih belum cukup layak untuk Arsenal. Sokratis Papastathopoulos yang sudah berusia uzur pun bukan bek papan atas yang bisa memberikan kenyamanan. 

Sisanya, Arsenal mengandalkan bek-bek muda seperti Rob Holding, serta satu bek pesakitan, Skodran Mustafi. 

Arsenal jelas membutuhkan bek kelas dunia. Bursa transfer musim dingin yang sebentar lagi tiba bisa dimanfaatkan Arsenal untuk memboyong bek kelas dunia baru. 

Perbaiki Catatan Tandang

Arsenal memiliki catatan laga tandang yang buruk musim ini. Dari enam laga tandang, Arsenal cuma meraih satu kemenangan, sisanya dua kali imbang, dan tiga kali kalah. 

Arsenal musim ini seperti kehilangan taji ketika main tandang. Sebaliknya, di kandang, Arsenal selalu mendapatkan poin.  

Target yang dibebankan memang cukup berat mengingat persaingan di The Big 4 benar-benar ketat dengan adanya Manchester City, Liverpool, dan Chelsea.

Dengan kenyataan ini, Arsenal pun wajib memperbaiki hasil laga tandang mereka. Arsenal sebisa mungkin harus sanggup meraih poin guna membantu posisi mereka di klasemen nanti. 

Jika hal-hal diatas mampu diperbaiki dan dilakukan oleh Unai Emery, niscaya Arsenal akan mendapatkan hasil yang lebih baik musim ini. 

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%