Bola Internasional

Navarone Foor dan Para Gelandang Eropa Lain yang Cocok Perkuat Timnas Indonesia

Kamis, 26 Maret 2020 10:28 WIB
Penulis: Subhan Wirawan | Editor: Lanjar Wiratri
© twitter.com/seg_football
Navarone Foor dan Para Gelandang Eropa Lain yang Cocok Perkuat Timnas Copyright: © twitter.com/seg_football
Navarone Foor dan Para Gelandang Eropa Lain yang Cocok Perkuat Timnas

INDOSPORT.COM - Selain Navarone Foor, berikut para gelandang benua Eropa lain yang cocok untuk memperkuat Timnas Indonesia jelang Kualifikasi Piala Dunia 2022. Siapa sajakah mereka?

Nama Navarone Foor sendiri sebelumnya sempat menjadi perbincangan, sebab gelandang kelahiran Opheusden berusia 28 tahun tersebut diketahui memiliki darah Indonesia yang berasal dari kedua orangtuanya.

Melansir KarebaToraja.com, disebutkan bahwa ia berdarah Toraja. Kedua orang tua serta kakek neneknya asli Indonesia, namun telah lama menetap di Belanda.

Navarone Foor sendiri memang beberapa kali terlihat aktif memantau perkembangan Indonesia, teranyar Navarone ikut menyampaikan doa sekaligus pesan dukungan terhadap korban Gempa Ambon tahun lalu.

Berbekal fakta tersebut, banyak para pendukung Timnas Indonesia memminta PSSI segera merampungkan proses naturalisasi Navarone Foor agar sang pemain bisa memperkuat skuat Merah-Putih.

Selain Navarone Foor, ternyata masih ada beberapa gelandang top di Liga Eropa lain yang sejatinya punya garis keturunan Indonesia dan layak mendapat kesempatan tampil bersama Timnas.

Lantas siapa sajakah para pemain tersebut? Lebih lengkapnya berikut INDOSPORT coba merangkum dan mengulas para gelandang Eropa yang cocok perkuat Timnas Indonesia selain Navarone Foor.

Joey Suk

Nama pertama adalah Joey Suk, gelandang berusia 30 tahun tersebut memang sejak lama menyatakan minatnya untuk segera berseragam Merah-Putih, namun sampai sekarang belum ada kejelasan terkait masa depannya di Timnas.

Bergabung bersama HNK Gorica di kasta teratas Liga Kroasia, Joey Suk mampu tampil impresif musim ini dengan mencatatkan 23 pertandingan dengan raihan empat gol dan dua assists.

Bertandem dengan Matthew Steenvoorden yang juga pemain Eropa keturunan Indonesia, keduanya sukses membawa HNK Gorica bertengger di peringkat keenam klasemen sementara.

Thom Haye

Berikutnya ada mantan gelandang Lecce yang mentas di Serie A, Thom Haye. Pemain berusia 25 tahun tersebut juga diketahui memiliki darah Indonesia dari keluarganya.

“Nenek saya berasal dari Sulawesi sedangkan kakek lahir di Solo. Saya pernah sekali mengunjungi Indonesia di Bali dan sangat menyukai tempat itu,” cerita Thom Haye kepada redaksi berita olahraga INDOSPORT.

Saat ini Thom Haye bergabung bersama tim NAC Breda dengan status pinjaman dari ADO Den Haag, dan penampilannya terbilang cukup bagus dengan raihan dua assist dari sembilan pertandingan

Joey Pelupessy

Meski belum ada bukti pasti, namun nama Joey Pelupessy pernah disebut-sebut akan dinaturalisasi Timnas indonesia, setelah masuk rilis Kementerian Pemuda Olahraga (Kemenpora) sebagai pemain keturunan yang ada di Eropa.

Jika benar, maka pemain berusia 26 tahun tersebut bisa menjadi tandem, atau bahkan pengganti Lilipaly andai gelandang Bali United tersebut tengah cedera atau berada dalam bad performance.

Bergabung bersama Sheffield Wednesday di kasta kedua Liga Inggris, mantan pemain FC Twente tersebut mencatatkan 17 pertandingan di semua kompetisi musim ini, serta membawa Sheffield Wednesday bertengger di peringkat 15 klasemen sementara.

Tom Hiariej

Terakhir ada gelandang bertahan dari klub FC Emmen yang mentas di kasta teratas Liga Belanda, Tom Hiariej. Pemain berusia 31 tahun tersebut juga sempat masuk dalam daftar pemain keturunan Menpora yang bakal di naturalisasi.

Tom Hiariej sendiri menjadi salah satu bagian penting dalam keberhasilan FC Emmen (yang musim ini berstatus tim promosi) bertahan di papan tengah klasemen sementara.

Total mantan pemain FC Groningen tersebut telah mencatatkan 18 pertandingan, dengan rasio 62% sebagai starter musim ini. Tom Hiariej cocok sebagai gelandang pemutus serangan, dan menjadi tandem Evan Dimas di lini tengah.

IDS Emoticon Suka
Suka
38%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
25%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
13%
IDS Emoticon Marah
Marah
25%