Liga Italia

Siap Jalankan Revolusinya, Ivan Gazidis Malah Kena Semprot Legenda AC Milan

Sabtu, 28 Maret 2020 18:02 WIB
Penulis: Edo Bramantio | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
©
CEO AC Milan, Ivan Gazidis, mendapat kritik keras dari legenda Rossoneri yang bernama Mauro Tassotti, terkait revolusinya untuk fokus pada pemain muda. Copyright: ©
CEO AC Milan, Ivan Gazidis, mendapat kritik keras dari legenda Rossoneri yang bernama Mauro Tassotti, terkait revolusinya untuk fokus pada pemain muda.

INDOSPORT.COM - CEO klub sepak bola AC Milan, Ivan Gazidis, justru mendapat kritik keras dari legenda Rossoneri yang bernama Mauro Tassotti, terkait revolusinya yang ingin merombak raksasa Serie A Liga Italia itu dengan fokus kepada para pemain muda.

Ivan Gazidis memang dipercaya merupakan pihak yang menimbulkan perpecahan di dalam tubuh AC Milan. Pasalnya, ia dianggap melakukan keputusan sepihak dengan berniat mendepak Stefano Pioli dan menggantinya dengan Ralf Rangnick, serta ingin fokus dengan para bakat muda.

Hal ini mendapat pertentangan dari dua petinggi Milan yang bernama Zvonimir Boban dan Paolo Maldini. Boban yang memang dari awal sangat menentang, memutuskan untuk angkat kaki dari San Siro. Sementara itu, Maldini tetap bertahan, tapi ia juga tidak sepakat dengan revolusi dari Gazidis itu.

Dikabarkan, sang CEO juga ingin mendepak pemain-pemain yang sudah veteran dan menggantinya dengan pemain muda. Salah satu contohnya adalah ia ingin membuang Zlatan Ibrahimovic dan mengisinya dengan striker muda Lille OSC yang bernama Victor Osimhen.

Pola pikirnya yang seperti itu langsung mendapat tanggapan dari mantan bek AC Milan yang bernama Mauro Tassotti. Melansir dari laman portal berita olahraga Sempre Milan, sosok yang kini berusia 60 tahun dan menjadi asisten pelatih timnas Ukraina itu mengatakan bahwa ia tidak memahami kebijakan klub.

"Saya tidak memahami kebijakan klub ini. Jika Anda ingin sukses dengan para pemain muda, Anda harus menyatakannya dengan jelas dan mengakui bahwa hal tersebut membutuhkan waktu untuk bisa melihat hasilnya," ujar Tassotti.

"Stadion San Siro ini beda dari yang lain. Di San Siro, jika Anda membuat terlalu banyak kesalahan, Anda akan mendapat kabar buruk. Di sini memang rumit. Selain itu, Milan yang sekarang sudah berubah dari klub yang sukses menjadi klub yang bikin frustrasi," tutupnya.

Meski mendapat pertentangan, Gazidis tentu tetap akan menjalankan revolusinya, mendepak pemain tua, mendatangkan pemain baru, dan mungkin mendatangkan pelatih baru. Apa yang ia lakukan ini sebenarnya juga beralasan jika melihat keterpurukan AC Milan di tangan Gennaro Gattuso dan Marco Giampaolo.

Saat ini, Milan atau Rossoneri masih menempati peringkat tujuh di klasemen sementara kompetisi sepak bola Serie A Liga Italia. Merek mengumpulkan 36 poin, hasil dari 10 kali menang, enam kali imbang, dan 10 kali kalah. Di sisi lain, posisi satu masih ditempati oleh Juventus.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%