Bola Internasional

Mengenang Kegagalan Persib Bandung Tembus Liga Champions Asia 2015

Minggu, 29 Maret 2020 15:22 WIB
Editor: Rafif Rahedian
© Simaung
Klub ternama Liga 1 Persib Bandung nyatanya punya kenangan pahit saat menjalani babak play-off Liga Champions Asia 2015 lalu. Copyright: © Simaung
Klub ternama Liga 1 Persib Bandung nyatanya punya kenangan pahit saat menjalani babak play-off Liga Champions Asia 2015 lalu.

INDOSPORT.COM – Klub ternama Liga 1 Persib Bandung nyatanya punya kenangan pahit saat menjalani babak play-off Liga Champions Asia 2015 lalu.

Berstatus sebagai juara ISL 2014, Persib harus melewati babak play-off terlebih dahulu demi mendapatkan satu tempat di fase grup Liga Champions Asia 2015.

Persib langsung memainkan babak play-off Liga Champions Asia di putaran kedua, di mana mereka harus berhadapan dengan runner-up Liga Vietnam, Hanoi FC.

Sayangnya, tim yang mendapatkan julukan Maung Bandung tersebut dibuat malu saat bertandang ke Vietnam. Bagaimana tidak, mereka tumbang empat gol tanpa balas.

Sekedar informasi tambahan, empat gol yang disarangkan Hanoi FC sendiri dihasilkan melalui catatan brace dua pemainnya, yakni Gonzalo Marronkle dan Hoang Vu Samson.

Persib sendiri saat itu sebenarnya mendapatkan peluang emas untuk memperkecil ketinggalan, usai wasit memberikan hadiah penalti di penghujung pertandingan.

Akan tetapi, kesempatan itu dilewatkan begitu saja. Makan Konate yang dipercaya untuk mengambil tugas sebagai algojo gagal menciptakan gol ke gawang Hanoi FC.

Klub yang saat itu masih dilatih Djadjang Nurdjaman tersebut nyatanya cukup memberikan perlawanan di pertandingan play-off Liga Champions Asia 2015 putaran kedua.

Menurut laporan situs Soccerway, Persib mampu melepaskan enam tembakan di sepanjang pertandingan, di mana tiga di antaranya mengarah ke gawang.

Jumlah itu nyatanya tidak berbanding jauh dengan Hanoi FC. Bermain di depan pendukung sendiri, Hanoi FC hanya unggul satu tembakan dari Persib.

Sialnya, permainan dan serangan Hanoi FC saat itu memang sangat efektif. Bagaimana tidak, dai tujuh tembakan, empat di antaranya membuahkan gol.

Dalam penguasaan bola, Persib pun tidak tertinggal jauh. Maung Bandung mampu menguasai bola hingga 46 persen sepanjang pertandingan melawan Hanoi FC.

Akan tetapi, penyelesaia akhir menjadi salah satu masalah Persib di pertandingan tersebut, sehingga Vladimir Vujovic dkk. tak diberikan kesempatan untuk berselebrasi di laga itu.

Hasil minor itu pun akhirnya menambah catatan buruk klub Liga Indonesia di babak play-off Liga Champions Asia. Mengingat, dalam beberapa tahun terakhir belum ada yang bisa lolos dari babak ini.

Sejak 2009 silam, tidak ada klub Indonesia yang berhasil mendapatkan satu tempat di fase grup Liga Champions Asia melalui babak play-off.

Beberapa klub Indonesia yang gagal di babak play-off Liga Champions Asia tersebut antara lain adalah, PSMS Medan (2009), Sriwijaya (2010 dan 2011) dan Persipura (2012).

Sedangkan pada edisi Liga Champions 2013 dan 2014, Indonesia tidak mengirimkan wakilnya di ajang paling bergengsi di benua Asia ini.

Bahkan pada era Liga 1, Persija Jakarta dan Bali United masih belum bisa mengahncurkan kutukan klub Indonesia di babak play-off Liga Champions Asia.

Bagi sebagian besar pecinta sepak bola tanah air, tentunya berharap agar kegagalan Persib dan klub Indonesia di play-off Liga Champions tidak terulang pada musim depan. Patut dinantikan.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%