Liga Inggris

Termasuk Liverpool, Begini Cara Klub Liga Inggris Sikapi Pandemi Corona

Minggu, 29 Maret 2020 19:24 WIB
Editor: Nugrahenny Putri Untari
© David S. Bustamante/Soccrates/Getty Images
Pandemi Corona melumpuhkan jadwal Liga Inggris dan mengancam kondisi finansial para klub peserta. Copyright: © David S. Bustamante/Soccrates/Getty Images
Pandemi Corona melumpuhkan jadwal Liga Inggris dan mengancam kondisi finansial para klub peserta.

INDOSPORT.COM - Liga Inggris musim 2019-2020 yang semestinya sudah memasuki pekan ke-29 harus terhenti akibat pandemi virus Corona. Dampaknya, industri sepak bola pun tersendat.

Para pemain papan atas juga harus melakukan isolasi diri atau latihan secara mandiri sampai virus itu melepaskan cengkeramannya di dunia olahraga. Manajemen klub juga memberikan arahan agar skuat tetap fit dan bugar selama karantina.

Tak sampai di situ, imbas lainnya juga terjadi pada level pekerja sektor sampingan di kompetisi atau klub, para pelatih, pemain, ofisial, hingga para investor klub yang harus memikirkan bagaimana cara mengatasi agar bola terus berputar.

Meskipun begitu, sepak bola adalah bisnis yang besar dan klub-klub sedang berusaha agar bintang-bintang andalan mereka tetap dalam kondisi prima walau sedang diterpa masalah.

Lalu bagaimana para pelaku sepak bola menyikapi seluruh persoalan ini?

Seperti dilansir dari TalkSport, Liverpool adalah salah satu klub yang telah memfasilitasi skuatnya dengan program latihan individu untuk membantu mereka latihan mandiri sampai kembali ke Melwood.

Liverpool juga sudah bekerja sama dengan tim medis dan otoritas terkait lainnya untuk memantau situasi dan memutuskan tanggal kembali ke Melwood untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya.

Sementara itu, fisioterapis Arsenal menjaga stamina para pemain agar tetap fit,dengan memberi jadwal latihan mingguan. Ada pul tim medis yang mengawasi pemain yang berpotensi sakit.

Ia juga menyarankan agar para pemain mempunyai alat latihan yang memadai agar bisa berolahraga tanpa keluar rumah.

Di sisi lain, tak hanya menjaga kebugaran para pemainnya. Pihak klub sepak bola juga menghadapi masalah lainnya, yakni finansial.

Bahkan terdengar kabar bahwa tim kasta bawah Liga Inggris ingin menunda penerimaan atau bahkan pemotongan gaji tiap pemain karena pandemi virus Corona ini.

Opsi ini dibicarakan setelah melihat tersendatnya pemasukan dari tiap klub karena tidak adanya uang dari tiket pertandingan maupun hak siar televisi. Para pemain akan dipotong gajinya, sementara staf hanya dapat 80 persen dari jumlah gaji sebenarnya.

Bahkan, Birmingham City menjadi klub pertama yang melakukan langkah pemotongan gaji di Liga Inggris. Mereka telah meminta para pemainnya memotong pendapatan mereka sebesar 50 persen.

Asosiasi Pesepakbola Liga Inggris (PFA) pun angkat bicara. PFA meminta semua pihak yang terlibat berdiskusi terlebih dahulu sebelum melaksanakan hal itu.

Salah satu presiden klub kasta bawah Liga Inggris, Darragh MacAnthony, pun meminta kompetisi tertinggi di Negeri Ratu Elizabeth itu membantu klub yang berada di divisi bawah.

Ia mengatakan kondisi klub kasta bawah sangat jauh berbeda dengan klub kasta teratas Liga Inggris yang memiliki kondisi keuangan lebih mapan. Divisi utama yang menjadi kekuatan utama sepak bola dinilai mampu membantu klub divisi bawah.

Penulis: Andre Febriansyah

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%