In-depth

Simon Tahamata, Winger Indonesia yang Jadi Legenda Ajax Amsterdam dan Timnas Belanda

Senin, 30 Maret 2020 17:07 WIB
Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Soccrates/Getty Images
Simon Tahamata, sosoknya ternyata merupakan winger keturunan Indonesia dan kini tenar sebagai legenda Ajax Amsterdam serta Timnas Belanda. Copyright: © Soccrates/Getty Images
Simon Tahamata, sosoknya ternyata merupakan winger keturunan Indonesia dan kini tenar sebagai legenda Ajax Amsterdam serta Timnas Belanda.

INDOSPORT.COM - Simon Tahamata, sosoknya ternyata merupakan winger keturunan Indonesia dan kini tenar sebagai legenda Ajax Amsterdam serta Timnas Belanda.

Fenomena pemain keturunan Indonesia di Eropa, ternyata bukanlah barang baru. Era 70-an hingga 80-an silam, fenomena serupa telah menghiasi persepak bolaan Benua Biru.

Bernama lengkap Simon Melkianus Tahamata, pemain yang terbiasa menempati posisi winger kiri ini begitu tenar bersama klub raksasa Eredivisie Belanda, Ajax Amsterdam. Simon Tahamata mengawali karier di Ajax saat masih berusia 15 tahun, pada 1971 silam.

Simon Tahamata lebih dulu menimba ilmu dengan level junior U-17. Secara bertahap, Simon Tahamata mampu naik kelas, hingga akhirnya menembus tim senior Ajax pada 1975.

Berdasarkan data Transfermarkt, Simon Tahamata membela Ajax hingga tahun 1980. Simon Tahamata bermain dalam 148 laga, mencetak 17 gol dan 33 assists.

Lebih manis lagi, Simon Tahamata sukses pula mengantarkan Ajax meraih beberapa gelar bergengsi. Paling mentereng terjadi tahun 1977 sampai 1980, peran Simon Tahamata membuat Ajax menjuarai Eredivisie Belanda tiga musim beruntun.

Kegemilangan Simon Tahamata ternyata tercium oleh Timnas Belanda. Simon Tahamata pun dipanggil Timnas Belanda dan melakoni debut pada 22 Mei 1979 kontra Argentina.

Selepas tahun 1980, karier Simon Tahamata dilanjutkan ke Liga Belgia. Simon Tahamata bergabung dengan Standard Liege sedari 14 Juli 1980, sampai 1 Juli 1984.

Bersama Standartd Liege, karier Simon Tahamata menghasilkan dua trofi bergengsi, yakni gelar Liga Belgia 1981/82 dan 1982/83. Simon Tahamata berhasil pula meraih trofi Piala Belgia 1981.

Mengenal Simon Tahamata, pemain Ambon pertama di timnas belanda. Copyright: Instagram@lawamena.haulalaMengenal Simon Tahamata, pemain Ambon pertama di timnas belanda.

Puas berkarier bersama Standard Liege, Simon Tahamata kembali ke Belanda dan gabung Feyenoord. Simon Tahamata menjadi andalan Feyenoord sampai 1987, mengembara lagi ke Belgia dengan VAC Veerschot, dan akhirnya pensiun pada 1996 saat membela Germinal Ekeren.

Kalau soal karier internasional, Simon Tahamata total mencatatkan 22 penampilan untuk Timnas Belanda. Namun Simon Tahamata tak pernah sekalipun berlaga di ajang-ajang besar seperti Piala Dunia atau EURO.

Pengalaman paling manis Simon Tahamata tentang Timnas Belanda mungkin terjadi sekitar tahun 1986. Tampil tiga kali dalam ajang Kualifikasi Euro, Simon Tahamata sempat merasakan bermain bersama trio legendaris Belanda, Ruud Gullit, Frank Rijkaard, dan Marco Van Basten.

Tak banyak rekam jejak yang jelas dari mana Simon Tahamata mendapatkan darah keturunan Indonesia. Transfermarkt hanya menuliskan status kewarganegaraan Simon Tahamata dengan dua bendera, Belanda dan Indonesia.

Mengenal Simon Tahamata, pemain Ambon pertama di timnas belanda. Copyright: Instagram@tahamata_academyMengenal Simon Tahamata, pemain Ambon pertama di timnas belanda.

Mungkin cuma situs Wikipedia yang menjelaskan latar belakang Simon Tahamata berasal dari Maluku. Sisanya, asal usul Simon Tahamata sulit untuk dicari.

Pasca pensiun dari lapangan hijau, Simon Tahamata alih profesi menjadi pelatih. Ia sejak 2014 hingga sekarang tercatat menjadi pelatih teknik bagi Ajax Amsterdam.

Begitulah kurang lebih kisah Simon Tahamata. Winger kiri keturunan Indonesia tersebut namanya begitu berjaya sebagai legenda Ajax dan Timnas Belanda.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
100%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%