Bola Internasional

5 Stadion Kecil dari 5 Liga Top Eropa

Jumat, 3 April 2020 19:03 WIB
Penulis: Bayu Wira Handyan | Editor: Isman Fadil
 Copyright:

INDOSPORT.COM – Klub-klub di lima liga top Eropa kadang dianggap sebagai acuan profesionalitas dalam sepakbola. Mereka juga dikenal memiliki manajemen yang bagus serta stadion yang megah.

Namun, apakah semua stadion di tanah Eropa memiliki rancang bangun seperti Camp Nou, Santiago Bernabeu, Old Trafford, San Siro, atau Allianz Arena? Yang megah dan selalu terlihat angker serta mengintimidasi para lawan mereka.

Tidak semua stadion di Eropa memiliki bangunan megah dan mampu menampung puluhan ribu orang sekaligus dalam satu pertandingan. Beberapa bahkan sangat kecil, saking kecilnya beberapa stadion klub di Liga 1 terlihat lebih megah dan memiliki kapasitas lebih besar.

Dari data yang dirangkum melalui StadiumDB, redaksi INDOSPORT membuat urutan daftar lima stadion terkecil di liga top Eropa. Klasifikasi kecil dalam daftar ini adalah kapasitas penonton dan tiap satu liga hanya bisa mengirimkan satu perwakilannya saja.

Ipurua Municipal Stadium – 7.083 penonton (SD Eibar/LaLiga Spanyol)

Selama 6 musim berturut-turut, Eibar berhasil mempertahankan statusnya sebagai klub di LaLiga Spanyol setelah sebelumnya mereka akrab dan bolak-balik dari divisi Segunda (kasta kedua LaLiga Spanyol) dan Segunda B (kasta ketiga LaLiga Spanyol).

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by @globalfootballstadiums on

Meski telah 6 musim berada di LaLiga Spanyol, satu-satunya masalah yang mereka hadapi adalah mereka masih juga betah memakai Ipurua Municipal Stadium. Stadion yang telah mereka pakai sejak tahun 1947.

Walaupun memiliki lisensi UEFA dan berhak menggelar pertandingan di kompetisi resmi, namun kecilnya stadion beberapa kali mengeluh akibat Ipurua dianggap terlalu kecil dan tidak layak dipakai di kompetisi paling elit seantero Spanyol.

Dean Court atau Vitality Stadium – 11.329 penonton (AFC Bournemouth/Liga Inggris)

Sepuluh tahun yang lalu Bournemouth hanyalah tim yang bermain di League One (kasta ketiga Liga Inggris) dan tak ada yang menyangka mereka bisa tampil di Liga Inggris.

Sebagai tim yang akrab bermain di kasta bawah, stadion yang mereka pakai, Dean Court, hanya memiliki kapasitas sebesar 11.329. Sangat jauh dibandingkan dengan kontestan Liga Inggris lainnya yang rata-rata memiliki kapasitas di atas 20 ribu penonton.

Sampai saat ini Dean Court tercatat sebagai stadion terkecil sepanjang masa yang dipakai oleh tim Liga Inggris. Bahkan, Craven Cottage, kandang Fulham yang terlihat sempit dan bobrok itu lebih luas dan mendingan daripada Dean Court.

Stade Credit Agricole La Licorne atau Stade de la Licorne – 12.097 penonton (Amiens SC/Ligue 1)

La Licorne adalah stadion bikinan tahun 1999 yang bisa digunakan untuk beragam keperluan. Tapi, kebanyakan stadion ini dipakai untuk menghelat laga kandang yang dimainkan oleh Amiens. Meskipun kecil, arsitektur stadion ini cukup unik dan sangat memanjakan mata.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Niek (@groundhopperzeeuw) on

Di Ligue 1 sendiri ada lima tim yang memiliki stadion berkapasitas kecil. Bahkan, Stade Louis II milik AS Monaco yang terkenal itu hanya berkapasitas 18.523 penonton.

Benteler Arena atau Paderborner Stadion – 15.000 penonton (SC Paderborn 07/Bundesliga Jerman)

Benteler Arena adalah satu-satunya stadion di Bundesliga Jerman yang memiliki kapasitas di bawah 20 ribu penonton. Dan gosipnya, di tahun 2020 ini Benteler akan direnovasi menjadi agak lebih luas karena harga tiket yang tiap musimnya selalu naik.

Stadio Comunale Paolo Mazza – 16.134 penonton (SPAL/Serie A Italia)

Paolo Mazza adalah satu dari empat stadion tertua di Italia yang saat ini masih digunakan untuk pertandingan. Dibangun pada tahun 1928, kandang kebanggan SPAL ini hanya memiliki kapasitas sebesar 4.000 penonton.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Robin Bagnolati (@rob_bagnolati) on

Pernah berkapasitas hingga 25.000 penonton, stadion ini mengalami penurunan kapasitas pada tahun 2005-2016 akibat alasan keamanan dan masalah perawatan. Namun, pada tahun 2018, kapasitas Paolo Mazza mulai kembali ditingkatkan hingga sekarang ketik mencapai 16.134 penonton.