Liga Indonesia

Wabah Corona, Kelompok Suporter Sriwijaya FC Diminta Perbanyak Ibadah

Senin, 6 April 2020 04:45 WIB
Kontributor: Muhammad Effendi | Editor: Indra Citra Sena
© Instagram
Ketua Singa Mania Yayan Hariansyah, Jumat (3/4/2020), telah mengintruksikan pasukannya untuk tetap berada di rumah saja. Copyright: © Instagram
Ketua Singa Mania Yayan Hariansyah, Jumat (3/4/2020), telah mengintruksikan pasukannya untuk tetap berada di rumah saja.

INDOSPORT.COM - Kompetisi Liga 2 2020 resmi dihentikan sementara oleh PSSI sampai 29 Mei untuk menekan angka penyebaran virus corona yang kini tengah meningkat pesat di Indonesia.

Ketua Singa Mania, kelompok suporter Sriwijaya FC, Yayan Hariansyah, Jumat (3/4/20), telah mengintruksikan anggotanya untuk tetap berada di rumah. Mereka mendukung penuh imbauan pemerintah supaya pandemi virus yang mematikan itu cepat reda.

“Selama di rumah, kami sampaikan kepada anggota untuk membuat amalan-amalan seperti membaca Al Quran, surat yasin, dan berpuasa agar Allah mengambil virus ini dari muka bumi,” ungkap Yayan.

Masih kata Yayan, berada di rumah tanpa aktivitas tentunya bakalan terasa membosankan. Oleh karena itulah, membaca Al Quran dan Yasin pastinya bisa membuat anggota Singa Mania mengisi kekosongan dengan beribadah.

Jika masa penyebaran virus Corona berlalu, Singa Mania akan kembali menjalankan program yang sudah tersusun, seperti safari ke korwil-korwil organisasi mereka.

Mereka juga akan bersilaturrahmi dengan kelompok suporter lain seperti Sriwijaya Mania dan Ultras Palembang dalam upaya untuk menjalin relasi sesama pendukung Sriwijaya FC.

Musim ini, Singa Mania, Ultras Palembang, dan Sriwijaya Mania Sumsel akan bersama-sama menjadi bagian dari Sriwijaya FC dalam mengantarkan Firman Septian dkk. kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia, yakni Liga 1.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%