Liga Spanyol

Turnamen Berlanjut, LaLiga Tolak Tegas Laga Digelar 3 Hari Sekali

Rabu, 8 April 2020 14:41 WIB
Penulis: Ade Gusti | Editor: Arum Kusuma Dewi
© INDOSPORT
Logo LaLiga Spanyol Copyright: © INDOSPORT
Logo LaLiga Spanyol

INDOSPORT.COM – Kasta tertinggi Liga Spanyol, LaLiga, membantah telah mencapai kesepakatan untuk menggelar kompetisi dua hari sekali agar musim rampung tepat waktu.

Sebelumnya, Asosiasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) mengklaim bahwa pihak Serikat Pemain LaLiga (AFE) dan LaLiga telah sepakat memainkan laga setiap 48 jam atau dua hari sekali jika kompetisi kembali bergulir.

Wacana tersebut diambil dengan tujuan agar LaLiga tidak molor di akhir musim dan nantinya bisa memengaruhi kontrak pemain di musim depan.

Tak berapa lama, muncul pro dan kontrak terkait wacana jeda antar laga tersebut hingga kemudian pihak RFEF mengumuman LaLiga dan AFE kembali sepakat memainkan laga setiap 72 jam sekali.

Namun, LaLiga dengan tegas menepis rumor kesepakatan tersebut melalui sebuah surat pernyataan yang dilansir oleh outlet olahraga Spanyol, Marca.

“Berkenaan dengan pertandingan setiap 72 jam, tidak ada kesepakatan yang tercapai atau apapun yang dicapai melalui pemungutan suara, dan akibatnya, tidak ada yang disetujui,” tulis LaLiga.

“Laga digelar setiap 48 jam sekali hanya akal-akalan AFE. Jadi, salah besar jika AFE dan LaLIga telah sepat menggelar laa setiap 48 jam (dua hari sekali), seperti yang dinyatakan oleh RFEF,” lanjut LaLiga.

Selain itu LaLiga juga menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki rencana menggelar pertandingan secara tertutup. Hal ini pun sudah ditetapkan sejak awal Maret lalu bersama komisi UEFA.

Dipahami, penolakan LaLiga terkait jadwal pertandingan cukup beralasan. Lanjutkan kompetisi yang bakal digelar bulan mei, Juni, Juli dan Agustus jelas akan menggangu kesehatan para pemain.

Pasalnya di bulan-bulan tersebut, cuaca di Spanyol dalam kondisi hangat, radiasi matahari terlalu dekat dan kelembaban udara dangat tinggi.

LaLiga harus tunda sejak 16 Maret lalu hingga waktu yang belum ditentukan akibat mewabahnya Virus Corona. Spanyol saat ini menjadi negara dengan jumlah kasus COVID-19 tertinggi di Eropa melampaui Italia.

Tercatat 140.510 orang di Spanyol terjangkit Virus Corona dengan 76.607 di antaranya meninggal dunia. Situasi itu membuat Liga Spanyol sulit untuk kembali bergulir dalam waktu dekat.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%