Liga Indonesia

6 Tahun Bela PSIS, Eks PSM Ungkap Rahasianya Bisa Setia

Senin, 11 Mei 2020 16:25 WIB
Penulis: Alvin Syaptia Pratama | Editor: Ivan Reinhard Manurung
© Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT
Pemain belakang klub Liga 1 PSIS Semarang, Safrudin Tahar (kanan) menjadi salah satu pemain yang loyal dengan skuat Laskar Mahesa Jenar sejak 2014 lalu. Copyright: © Ronald Seger Prabowo/INDOSPORT
Pemain belakang klub Liga 1 PSIS Semarang, Safrudin Tahar (kanan) menjadi salah satu pemain yang loyal dengan skuat Laskar Mahesa Jenar sejak 2014 lalu.

INDOSPORT.COM – Pemain belakang klub Liga 1 PSIS Semarang, Safrudin Tahar menjadi salah satu pemain yang loyal dengan skuat Laskar Mahesa Jenar sejak ia pertama kali bergabung pada tahun 2014 lalu.

Hingga tahun 2020, Tahar berarti sudah enam tahun membela klub asal Ibukota Jawa Tengah ini setelah sebelumnya bermain untuk PSM Makassar dan sempat menjalani seleksi skuat Timnas Indonesia U-23 untuk SEA Games tahun 2013 silam.

Tahar juga menjadi salah satu pahlawan PSIS ketika berhasil promosi ke Liga 1 pada tahun 2017 silam. Bahkan perannya cukup besar dengan memberi assist kepada Hari Nur di pertandingan penentuan promosi ketika menghadapi Martapura FC di laga perebutan juara ketiga Liga 2 2017.

Saat itu assist Tahar kepada Hari Nur membuat PSIS menyamakan kedudukan dengan skor 4-4 di beberapa menit jelang pertandingan bubar sebelum Laskar Mahesa Jenar menutup pertandingan dengan skor 6-4 pada babak perpanjangan waktu.

Hingga saat ini peran Tahar di PSIS juga masih penting dengan catatan ia kerap menjadi starter di lini belakang dan beberapa pelatih yang membesut PSIS selalu mempercayainya untuk tampil sejak menit awal.

Enam tahun membela PSIS, Tahar ternyata punya alasan tersendiri bisa setia dan loyal. Padahal ia sendiri berasal dari Maluku yang jaraknya cukup jauh dari Kota Semarang.

“Menurut saya di PSIS itu sangat nyaman. Kekeluargaan di PSIS mulai dari pemain baru dan pemain lama sangat terjaga. Maka dari itu saya betah,” beber Tahar, Minggu (10/05/20).

Tak hanya soal kekeluargaan, keluarganya di Maluku ternyata juga memberi dukungan yang besar terhadap Tahar untuk setia bermain di PSIS di tengah banyak godaan klub lain untuk meminangnya.

“Ada juga saran dari keluarga yang lebih milih saya main di Semarang karena mereka tau saya sudah lama di sini. Mereka juga menyarankan saya untuk bertahan karena kalau pindah klub itu butuh proses adaptasi juga sama teman-teman baru,” pungkas pemain berusia 26 tahun ini.

Sekadar informasi, Tahar dan rekan-rekannya di PSIS saat ini tengah diliburkan, menyusul keputusan PSSI dan PT LIB yang menghentikan Liga 1 2020 karena pandemi virus corona.