Liga Inggris

Posisi Pangeran Salman Akuisisi Newcastle United United Kian Sulit

Kamis, 14 Mei 2020 07:53 WIB
Penulis: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya | Editor: Isman Fadil
© Stephane Cardinale-Corbis/Corbis via Getty Images
Posisi Pangeran Mohammad Bin Salman untuk mengakuisisi Newcastle United kian sulit setelah tunangan jurnalis Jamal Khashoggi mengirim surat untuk penggemar The Magpies Copyright: © Stephane Cardinale-Corbis/Corbis via Getty Images
Posisi Pangeran Mohammad Bin Salman untuk mengakuisisi Newcastle United kian sulit setelah tunangan jurnalis Jamal Khashoggi mengirim surat untuk penggemar The Magpies

INDOSPORT.COM - Posisi Pangeran Mohammad Bin Salman untuk mengakuisisi Newcastle United kian sulit setelah tunangan jurnalis Jamal Khashoggi mengirim surat untuk penggemar The Magpies.

Dilansir dari laman talkSPORT, Pangeran Salman dikabarkan kian dekat mengambil alih Newcastle setelah sepakat membayar 300 juta poundsterling (Rp5,4 triliun). Namun, akuisisi ini urung terjadi karena adanya beberapa dokumen yang harus diselesaikan.

Akuisisi oleh Pangeran Mohammad Bin Salman ini pun berpotensi batal jika penggemar Newcastle United sepakat satu suara untuk menjegalnya. Apalagi setelah mendapat surat dari tunangan jurnalis yang dilaporkan menjadi korban pembunuhan sang putra mahkota.

Dalam suratnya, Hatice Cengiz yang merupakan tunangan dari Jamal Khashoggi, meminta penggemar Newcastle untuk menolak pengambil alihan klubnya demi kebaikan klub. Apalagi melihat reputasi dari Pangeran Salman.

Bahkan dalam surat tersebut, juga dituliskan bahwa ia berharap fans Newcastle untuk menimbang lagi akuisisi Pangeran Salman agar timnya tak menjadi rumah dari pembunuh dan harus berkompetisi dengan suasana kelam dari kejahatan HAM sang putra mahkota.

Lebih lanjut, Cengiz menyuarakan bahwa ia tak ingin sepak bola Inggris tercoreng dengan pengambil alihan ini. Surat tersebut dibarengi dengan permintaan agar segenap pihak di tanah Ratu Elizabeth turut menyuarakan penolakan.

Sebelumnya, kasus Pangeran Mohammad Bin Salman ini merebak setelah banyak media melaporkan pengambil alihan Newcastle United. Dugaan pembunuhan ini sendiri terjadi pada 2 Oktober 2018 di Istanbul, Turki.