Bola Internasional

Ibrahimovic dan Para Striker Terbuang yang Berseteru dengan Guardiola

Minggu, 31 Mei 2020 12:37 WIB
Penulis: Subhan Wirawan | Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Franck Fife/AFP via Getty Images
Termasuk Zlatan Ibrahimovic, berikut para striker terbuang yang punya perseteruan panas dengan pelatih Pep Guardiola. Copyright: © Franck Fife/AFP via Getty Images
Termasuk Zlatan Ibrahimovic, berikut para striker terbuang yang punya perseteruan panas dengan pelatih Pep Guardiola.

INDOSPORT.COM - Termasuk Zlatan Ibrahimovic, berikut para striker terbuang yang punya perseteruan panas dengan Pep Guardiola. Siapa sajakah mereka?

Tidak dipungkiri lagi, jika Pep Guardiola merupakan salah satu pelatih sepak bola terbaik di dunia saat ini. Terbukti, cukup banyak gelar yang berhasil ia raih saat melatih Barcelona, Bayern Munchen dan Manchester City.

Tercatat hampir semua gelar baik di kompetisi lokal maupun antar benua pernah ia menangkan, mulai dari Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Jerman, Liga Champions Eropa bahkan Piala Dunia Antarklub sudah dicicipi.

Namun sayang meski dikenal sebagai jenius sepak bola, Pep Guardiola dikenal terlalu arogan bahkan tidak sedikit pemain bintang yang menjadi anak asuhnya malah berseteru dengannya.

Salah satu pemain yang dikabarkan kurang menyukai Pep Guardiola adalah Yaya Toure. Gelandang asal Pantai Gading tersebut bahkan mengaku tak pernah bicara selama setahun dengan Pep saat masih di Barcelona.

"Dia (Guardiola) sering mengabaikanku hingga akhirnya Manchester City memberiku tawaran. Itulah mengapa akhirnya aku memilih untuk pergi. Aku sudah setahun tidak berbicara dengannya," ungkap Toure kepada ONA FM.

Tidak cuma Toure, ada tiga pemain bintang lain yang juga kurang menyukai gaya kepelatihan Guardiola. Lantas siapa sajakah pemain tersebut? Berikut INDOSPORT coba merangkum serta menulisnya.

Samuel Eto'o
Nama pertama adalah Samuel Eto'o, pemain asal Kamerun tersebut sejatinya merupakan mesin gol Barcelona pada musim 2008/09. Bahkan, ia merupakan salah satu pemain kunci dalam keberhasilan tim peraih treble winner.

Tidak cuma itu, Eto'o juga menjadi pemain paling gahar dengan mencatatkan 30 gol dari 30 laga di sepanjang kompetisi La Liga Spanyol.

Namun, di musim selanjutnya, sang pemain malah hijrah ke Inter Milan. Alasannya, karena Eto'o menganggap Guardiola tidak menganggap dan menghargai dirinya sebagai seorang pemain.

"Guardiola tidak berani terus terang di depanku. Dia pasti memberitahu lewat pemain lain. Mereka minta aku bertahan di Barcelona, tapi aku katakan 'Tidak akan. Jika Anda tidak menghormatiku, maka aku juga begitu," ujar Eto'o dilansir Soccerway.

Zlatan Ibrahimovic
Berikutnya ada Zlatan Ibrahimovic, pemain yang sempat digadang-gadang bisa menjadi pengganti Eto'o yang hijrah ke Inter Milan, sebagai mesin gol baru Barcelona pada musim 2010/11.

Semula, kiprah Ibrahimovic bersama Barcelona berjalan mulus dengan selalu menempati daftar starting eleven, namun semua berubah setelah jeda paruh pertama berakhir. 

Pada paruh kedua, Ibrahimovic malah sering berada di bangku cadangan lantaran perubahan taktik dan gaya bermain yang diterapkan Pep Guardiola. 

Tidak tahan dengan hal itu, Ibrahimovic memutuskan hengkang dari Barcelona musim selanjutnya dan kembali berlabuh di Italia dengan memperkuat AC Milan.

"Enam bulan pertama sangat sempurna. Kemudian, dia (Guardiola) mengubah sistem, taktik, dan itu tidak bekerja baik untukku," ucap Ibrahimovic dilansir telegraph.

Dalam bukunya yang berjudul, I Am Zlatan, Ibrahimovic bahkan menyebut Guardiola sebagai 'pengecut tanpa tulang' menyusul pertikaian yang terjadi usai kekalahan semifinal Liga Champions kontra Inter Milan.

Mario Mandzukic
Terakhir adalah Mario Mandzukic. Pemain Kroasia tersebut sejatinya merupakan mesin gol andalan Bayern Munchen pada era Jupp Heynckes, namun semua berubah ketika Pep Guardiola mengambil alih kepelatihan musim 2013/14.

Meski jumlah golnya hampir sama banyak dengan musim sebelumnya, namun Mandzukic menganggap Guardiola tidak memberikan hormat kepadanya sebagai seorang pemain. Alasan tersebut yang membuatnya hijrah setahun berselang.

“Guardiola mengecewakan dan tidak menghormati saya. Dia tidak ingin saya menjadi top skor Bundesliga. Bersama Jupp Heynckes, segalanya dua kali lebih baik. Dan ini bukan hanya opini pribadi,” ujar Mandzukic kepada Sportske Novosti.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%