Bola Internasional

Mendamba Duet Jayden Houtriet dan Thomas Gardner di Timnas Indonesia

Minggu, 31 Mei 2020 18:04 WIB
Penulis: Petrus Tomy Wijanarko | Editor: Cosmas Bayu Agung Sadhewo
© Instagram.com/jaydenhoutriet, Canadian Premier League, INDOSPORT
Duet Jayden Houtriet dan Thomas Gardner di Lini Tengah Timnas Indonesia Copyright: © Instagram.com/jaydenhoutriet, Canadian Premier League, INDOSPORT
Duet Jayden Houtriet dan Thomas Gardner di Lini Tengah Timnas Indonesia

INDOSPORT. COM - Jayden Houtriet dan Thomas Gardner, dua nama itu suatu saat nanti mungkin saja bakal berduet mengisi lini tengah Timnas Indonesia.

Berbicara tentang kiprah Timnas Indonesia di ajang-ajang internasional, sampai saat ini masih sulit bersaing. Jangankan untuk lolos Piala Dunia, menjuarai gelaran regional Asia Tenggara, Piala AFF saja, Timnas Indonesia belum mampu. 

Meski begitu, bukan berarti Timnas Indonesia tak memiliki peluang. Kalau melihat kondisi secara keseluruhan, Skuat Garuda tampak punya masa depan cerah, berkat deretan pemain-pemain keturunan.

Setidaknya soal lini tengah, Timnas Indonesia punya dua nama yang diberkahi potensi menjanjikan, yakni Jayden Houtriet dan Thomas Gardner. Keduanya sama-sama berposisi sebagai gelandang, dan suatu saat nanti mungkin bakal berduet mengisi lini tengah Timnas Indonesia.

INDOSPORT lantas coba memberikan gambaran, jika nantinya Jayden Houtriet dan Thomas Gardner benar sampai berduet. Mari simak ulasannya berikut ini.

Jayden Houtriet

© instagram.com/jaydenhoutriet
Jayden Houtriet Copyright: instagram.com/jaydenhoutrietJayden Houtriet

Jayden Houtriet merupakan pemain Belanda yang memiliki darah keturunan Indonesia. Fakta itu membuat Jayden Houtriet sampai turut berniat untuk membela Timnas Indonesia suatu saat nanti.

“Darah Indonesia berasal dari Mama. Dia tidak lahir di Indonesia, tapi orang tua Mama, Opa dan Oma saya, lahir di Indonesia. Opaku dari Jakarta, Omaku dari Manado,” ucap Jayden dalam video Youtube milik Yussa Nugraha.

“Kalau tidak ada panggilan Timnas Belanda, saya ingin menjalani trial di Timnas Indonesia,” Jayden menambahkan.

Mengingat usianya yang masih 18 tahun, Jayden Houtriet jelas jadi harapan masa depan cerah Timnas Indonesia. Kemampuannya sebagai gelandang, diyakini bakal sangat berguna bagi kekuatan lini tengah Skuat Garuda.

Apalagi, Jayden punya pengalaman ditempa di level sepak bola Eropa. Sejak 2011 lalu, Jayden memang menimba ilmu bersama klub top Eredivisie Belanda, Vitesse Arnhem.

Bersama Vitesse, Jayden secara perlahan mampu mengembangkan karier, dari akademi hingga ke jenjang Vitesse U-19. Transfermarkt mencatat, peran Jayden sepanjang musim 2019/20, telah memainkan 16 laga dan mencetak dua gol untuk Vitesse U-19.

Jayden sendiri dapat ditugaskan sebagai gelandang tengah penyeimbang, gelandang bertahan, ataupun gelandang serang. Menariknya, kiprah Jayden pada musim 2019/20, beberapa kali dicoba menempati posisi tak biasa, seperti penyerang dan winger.

Artinya, Jayden tergolong versatile player alias pemain serba bisa. Jika nanti membela Timnas Indonesia, Jayden kemungkinan bakal jadi gelandang pengangkut air, yang tak kenal lelah maju mundur membantu serangan serta menjaga kedalaman pertahanan.

Thomas Gardner

© canpl.ca
Thomas Gardner, Pemain Keturunan Indonesia yang Mampu Menembus Tim Top Kanada Copyright: canpl.caThomas Gardner, Pemain Keturunan Indonesia yang Mampu Menembus Tim Top Kanada

Peran Jayden Houtriet mungkin bakal makin spesial jika sampai diduetkan dengan Thomas Gardner. Apalagi Thomas Gardner punya kualitas menjanjikan, karena pernah bermain untuk tim top Kanada, Whitecaps FC.

Menurut data Transfermarkt, sedari tahun 2015 hingga 2017, Gardner total tampil 42 kali untuk tim Whitecaps FC II. Peran Gardner sebagian besar dilalui bersama Whitecaps FC II untuk mengarungi ajang USL Championship, atau kasta kedua Liga Amerika Serikat.

Saat membela Whitecaps FC II, Gardner pernah setim dengan bek kiri hebat Bayern Munchen, Alphonso Davies. Lihat saja daftar skuat Whitecaps FC II dalam ajang USL Championship 2016, pasti tertera nama Gardner dan Davies.

Peran Gardner di musim itu tampil sebanyak 16 kali, sementara Davies 11 kali. Artinya, Gardner telah mendapatkan pendidikan sepak bola yang benar, sebab Davies saja kini bisa menjadi bintang Bayern Munchen.

Karier Gardner sebagai pemain Whitecaps FC II harus berakhir per tanggal 1 Januari 2018. Situs Transfermarkt tak mendapatkan data pasti tentang siapa klub yang jadi pelabuhan baru Gardner.

Jika coba ditelusuri, berdasarkan laporan situs Canadian Premier League per tanggal 8 November 2019, Gardner ternyata hijrah menuju tim Liga Premier Kanada, Pacific FC. Laporan tersebut menyebutkan Gardner telah bermain 16 kali untuk Pacific FC, mencetak lima gol dan empat assists.

Kualitas olah bola Thomas Gardner sendiri dianugerahi kemampuan sebagai versatile player. Thomas Gardner tak hanya biasa menempati posisi gelandang tengah, tapi juga piawai memainkan peran lainnya.

Menurut data Transfermarkt, setidaknya ada dua posisi lain yang kerap ditempati Thomas Gardner, yakni second striker dan winger kanan. Fakta ini jelas menjadi nilai lebih Thomas Gardner, yang bisa diandalkan Timnas Indonesia ketika membutuhkan rotasi.

Apalagi jika sampai berduet dengan Jayden Houtriet, peran Gardner diyakini bakal makin berfungsi maksimal. Gardner akan lebih tenang dan fokus sebagai gelandang pembantu serangan, karena sudah ditopang kualitas Jayden Houtriet yang menjadi gelandang pengangkut air.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
100%