Liga Champions

Beri Ucapan Kontroversial Usai Laga, Leonardo Bonucci Dihujat

Sabtu, 8 Agustus 2020 16:14 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Filippo Alfero - Juventus FC/Juventus FC via Getty Images
Kapten Juventus, Leonardo Bonucci, menjadi sorotan setelah timnya tersingkir dari Liga Champions Eropa usai kalah agregat dari Olympique Lyon. Copyright: © Filippo Alfero - Juventus FC/Juventus FC via Getty Images
Kapten Juventus, Leonardo Bonucci, menjadi sorotan setelah timnya tersingkir dari Liga Champions Eropa usai kalah agregat dari Olympique Lyon.

INDOSPORT.COM - Kapten Juventus, Leonardo Bonucci, menjadi sorotan setelah timnya tersingkir dari Liga Champions Eropa usai hanya mampu menang 2-1 dan kalah secara agregat dari Olympique Lyon.

Sorotan mengarah bukan karena permainannya, melainkan karena ucapannya pada wawancara yang dilakukan selepas laga. Awalnya, Leonardo Bonucci menjelaskan apa yang terjadi dengan timnya hingga bisa tersingkir dari Lyon malam itu. 

“Ada kekecewaan, tentu saja kami tahu Lyon hanya akan menunggu di belakang. Kami mengkreasi cukup banyak peluang malam ini. Namun, di sepak bola Anda tidak bisa hanya membuat peluang saja,” kata Bonucci dilansir dari Football Italia.

Menurutnya, timnya itu bisa berbuat lebih daripada leg pertama di Prancis guna mencuri gol tandang. Terlebih mereka berhasil bermain mendominasi dalam laga tandang.

"Sangat disayangkan, kami seharusnya berbuat lebih baik pada babak pertama ketika bermain di Prancis, di mana kami jarang membuat peluang dan memberikan gol secara cuma-cuma bagi Lyon,” tambahnya.

Namun, di sela wawancara ia mengungkapkan bahwa Liga Champions bukanlah target utama Juventus musim ini. "Namun, target utama kami adalah menjuarai liga." ujarnya. 

Ucapan ini sontak mengundang respons negatif dari fans Juventus maupun publik sepak bola di media sosial. Mereka merasa Leonardo Bonucci tak menghormati rekan lainnya yang telah bekerja keras sampai titik penghabisan seperti Paulo Dybala dan Cristiano Ronaldo. Fans merasa Bonucci menganggap hasil melawan Lyon tersebut bukan sebuah masalah besar. 

"Untuk memenangkan liga "para petani"? balas @Fola_as

"Lelucon terbaik UCL 2020," balas @i_m4n

"Haha, saya yakin, dia cuma omong kosong. Saya tidak tahu dari mana dia dicap pemain hebat," balas @edengrock

Di sisi lain, pelatih Juventus, Maurizio Sarri, tidak terima jika pekerjaannya di Juventus selama ini hanya dinilai dari kegagalan dalam pertandingan melawan Lyon saja. Alasan Sarri berbicara seperti itu adalah karena ia menilai Juventus secara keseluruhan tampil baik di Liga Champions. Juventus keluar sebagai juara Grup D dan dengan total catatan 6 menang, 1 seri, dan 1 kalah.