Liga Inggris

Banyak Belanja Pemain, Ini Alasan Chelsea Bakal Aman dari Sanksi FFP

Kamis, 27 Agustus 2020 18:23 WIB
Editor: Theresia Ruth Simanjuntak
© Wallpaper Cave
Klub Liga Inggris, Chelsea, tampaknya bakal aman dari ancaman pelanggaran Financial Fair Play UEFA meski sibuk datangkan pemain di bursa transfer musim panas 2020. Copyright: © Wallpaper Cave
Klub Liga Inggris, Chelsea, tampaknya bakal aman dari ancaman pelanggaran Financial Fair Play UEFA meski sibuk datangkan pemain di bursa transfer musim panas 2020.

INDOSPORT.COM - Klub Liga Inggris, Chelsea, tampaknya bakal aman dari ancaman pelanggaran Financial Fair Play UEFA meski sibuk datangkan pemain di bursa transfer musim panas 2020.

Chelsea telah mendapatkan empat pemain di bursa transfer musim panas ini. Setelah Hakim Ziyech, Timo Werner, dan Xavier Mbuyamba, The Blues merekrut Ben Chilwell dari Leicester City, Rabu (26/08/20) waktu setempat.

Kecuali Mbuyamba yang diboyong dari Barcelona secara gratis, tiga pemain lain ditebus dengan harga mahal oleh Chelsea.

Chelsea merekrut Hakim Ziyech dari Ajax Amsterdam senilai 36 juta pound (setara 697,2 miliar rupiah), Timo Werner dari RB Leipzig sebesar 47,7 juta pound (924 miliar rupiah), dan Ben Chilwell dengan biaya 45,18 juta pound (875 miliar rupiah).

Geliat transfer Chelsea tampaknya belum berakhir. Kabarnya, mereka akan mendatangkan bek senior Thiago Silva secara gratis dan Kai Havertz dengan biaya mahal.

Dengan demikian, sejauh ini, Chelsea sudah mengeluarkan 128,88 juta pounds atau  hampir 2,5 triliun rupiah untuk berbelanja pemain di musim panas ini.

Tak pelak, ada pertanyaan mengenai apakah Chelsea akan tersandung aturan Financial Fair Play dari UEFA apabila neraca keuangan tidak seimbang antara pengeluaran dan pemasukan.

Masalah FFP sempat membuat sejumlah klub Eropa dihukum larangan belanja pemain, seperti yang Atletico Madrid alami beberapa tahun lalu.

Lantas, apakah Chelsea akan tersandung aturan FFP? Ternyata, The Blues kemungkinan besar akan terhindar masalah ini. Ada dua alasan.

Pertama, UEFA mengubah aturan FFP untuk 2020 dikarenakan pandemi corona pada 18 Juni lalu. Badan sepak bola Eropa itu mengizinkan klub mengalami kerugian keuangan lebih dari aturan awal, yaitu 30 juta euro dalam periode tiga tahun.

Pemilik klub juga diizinkan untuk menggunakan uang pribadi mereka sebanyak yang mereka mau untuk mengurangi angka kerugian.

UEFA juga menekankan bahwa finansial klub pada 2020 tidak akan ditelaah di tahun tersebut, melainkan diakumulasi menjadi satu dengan data keuangan tahun 2021 mendatang.

Kedua, Chelsea masih menyimpan budget besar dalam transfer pemain lantaran mereka menjual nama-nama seperti Alvaro Morata (50,4 juta pound) dan Eden Hazard (103,5 juta pound) dalam dua tahun terakhir.

Artinya, ketika UEFA menelaah keuangan Chelsea dalam tiga tahun, maka posisi klub London Biru masih aman dari ancaman pelanggaran FFP.