In-depth

Kebangkitan James Rodriguez: Korban Gengsi Zidane, Hantu Cedera, dan Jasa Don Carlo

Senin, 14 September 2020 15:57 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Soccrates Images/GettyImages
Dua penggawa klub Liga Spanyol Real Madrid, Gareth Bale (kiri) dan James Rodriguez berbincang di sela-sela latihan Copyright: © Soccrates Images/GettyImages
Dua penggawa klub Liga Spanyol Real Madrid, Gareth Bale (kiri) dan James Rodriguez berbincang di sela-sela latihan
Gengsi Zidane

Zinedine Zidane resmi menjadi pelatih kepala Real Madrid pada musim 2016-2017. Pada musim ini, Real Madrid di bawah Zinedine Zidane meraih double winner.

Namun, James Rodriguez tak tampil secara reguler. Penyebabnya adalah kedalaman skuad yang dimiliki oleh Real Madrid.

Terhampar gelandang-gelandang dan penyerang sayap kelas wahid di tim Madrid seperti Tonni Kross, Cristiano Ronaldo, Casemiro, Marco Asensio, Mateo Kovacic, dan tentu saja Isco.

Di antara nama-nama di atas, James Rodriguez paling sedikit. Hal ini jelas merisaukan James Rodriguez.

Padahal, sebelum Zidane 'berkuasa', James menjadi pilihan reguler dan berkontribusi besar. Secara kualitas, James juga masih sama seperti dulu.

© Quality Sport Images/GettyImages
Pemain bintang klub Liga Spanyol, Real Madrid, James Rodriguez Copyright: Quality Sport Images/GettyImagesPemain bintang klub Liga Spanyol, Real Madrid, James Rodriguez

Hal ini dipertanyakan banyak fans Madrid, apalagi James Rodriguez didatangkan dengan mahar sampai 60 juta euro. Namun, trofi LaLiga dan Liga Champions membuat nama James Rodriguez terlupakan.

Terpinggirkan dari skuat, pada musim berikutnya (2017-2018), James pun dipinjamkan ke raksasa Bundesliga, Bayern Munchen. Di Klub ini nama James Rodriguez mulai bersinar kembali.

Meski kembali diganggu cedera, namun sebisa mungkin ia selalu dimainkan oleh pelatih Munchen, Ancelotti. Di Munchen, ia mayoritas bermain sebagai gelandang serang. Total 39 penampilan dicatatkan James Rodriguez dengan kontribusi 8 gol dan 14 assist.

Namun, penampilan gemilang di Jerman itu tak membuat dirinya dipanggil kembali ke Real Madrid. Zidane seakan gengsi untuk memanggil pemain yang telah ia singkirkan sebelumnya.

Hal itu membuat dirinya kembali memperkuat Munchen di musim 2018-2019. Namun apes bagi James, di musim ini cedera yang ia mengalami cedera parah. James Rodriguez cuma mencatatkan 28 penampilan sepanjang musim dengan kontribusi 7 gol dan 6 assist.

Ia pun kembali ke Spanyol musim lalu. Nasib James Rodriguez musim lalu di Real Madrid sangat malang. Setelah lebih sering sebagai pengganti, ia juga harus menderita cedera panjang.

Cedera ini sampai membuatnya absen di Timnas Kolombia. Tercatat, James Rodriguez tak bermain lagi di pertandingan Real Madrid sejak pekan ke-9 musim lalu. Hanya satu kali ia turun pada pekan ke-30, selebihnya ia sama sekali tak bermain.

Ancelotti Sang Penyelamat

Cedera dan gagal jadi pilihan utama di Real Madrid musim lalu membuat James Rodriguez memantapkan niatnya hengkang dari Spanyol. Dan beruntung, ada sosok Carlo Ancelotti yang menyelamatkan kariernya.

Ancelotti merupakan mantan pelatih James Rodriguez saat masih di Real Madrid dan Bayern Munchen. Di bawah Ancelotti, James Rodriguez menjadi pilihan utama.

Pada musim-musim awal kedatangannya di Madrid, James tampil gemilang di bawah Ancelotti sebelumnya akhirnya pelatih Italia itu hengkang ke Munchen.

© twitter @Everton
Skuat Everton merayakan gol ke gawang Tottenham Hotspur di laga pekan perdana Liga Inggris 2020-2021. Copyright: twitter @EvertonSkuat Everton merayakan gol ke gawang Tottenham Hotspur di laga pekan perdana Liga Inggris 2020-2021.

Dan kebetulan bagi James, dirinya kembali bereuni dengan Ancelotti di Bayern Munchen di mana ia juga tampil bagus di musim pertama sebelum akhirnya harus menderita cedera di musim berikutnya.

Kini, atas ajakan langsung dari Don Carlo, James Rodriguez dengan senang hati menerima tawaran dari klub papan tengah Liga Inggris, Everton. Meski tak sebesar Real Madrid atau Munchen, namun The Toffees bisa menghadirkan kebahagiaan bagi James Rodriguez.

Setidaknya hal itu terlihat jelas di laga perdana Everton. Bermain dengan formasi 4-3-3 di bawah Carlo Ancelotti, James Rodriguez langsung turun dari menit pertama di posisi sayap kanan dan jadi pemain terbaik di laga tersebut.