Liga Champions

Raphael Varane Masih Dihantui Rasa Bersalah Buat Real Madrid Tersingkir di Liga Champions

Selasa, 15 September 2020 05:57 WIB
Penulis: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji | Editor: Yosef Bayu Anangga
© Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images
Bek asal Prancis, Raphael Varane, rupanya masih dihantui rasa bersalah karena membuat Real Madrid tersingkir di Liga Champions musim lalu. Copyright: © Robbie Jay Barratt - AMA/Getty Images
Bek asal Prancis, Raphael Varane, rupanya masih dihantui rasa bersalah karena membuat Real Madrid tersingkir di Liga Champions musim lalu.

INDOSPORT.COM - Bek asal Prancis, Raphael Varane, rupanya masih dihantui rasa bersalah karena membuat Real Madrid tersingkir di Liga Champions musim lalu.

Diketahui, Real Madrid tersingkir di babak 16 besar Liga Champions musim 2019-2020 setelah kalah agregat 2-4 dari klub Liga Inggris, Manchester City.

Penampilan buruk ditunjukkan Raphael Varane saat membela Real Madrid di pertandingan leg kedua di markas Manchester City yakni Stadion Etihad sebulan yang lalu.

Pemain berusia 27 tahun tersebut membuat kesalahan fatal karena dengan mudah dilewati penyerang Manchester City, Gabriel Jesus, di kotak penalti sehingga bintang Brasil itu bisa mengirim operan mendatar kepada Raheem Sterling.

Mendapatkan umpan manis dari Gabriel Jesus, Raheem Sterling dengan mudah menceploskan bola ke gawang Los Blancos yang dijaga oleh Thibaut Courtois.

Penampilan buruk Raphael Varane berlanjut pada babak kedua. Sundulan back pass-nya kepada Thibaut Courtois malah diserobot Gabriel Jesus sebelum diceploskan ke gawang Real Madrid yang kosong.

Dilansir dari Daily Mail, Raphael Varane menyatakan penyesalannya telah menjadi biang kegagalan Real Madrid melaju ke perempat final Liga Champions. Varane juga menyebut kalau ia tidak akan pernah bisa melupakan permainan terburuk tersebut.

"Sudah pasti, itu tidak akan menjadi kenangan yang manis di dalam karirku. Aku memang membuat beberapa kesalahan, itu membuat kami kalah. Anda harus mencerna dan melihat apa yang terjadi setelahnya, dan memikirkan apa yang sedang terjadi," kata Varane.

"Di level tinggi, kami tidak punya waktu untuk memikirkannya. Kami harus memikirkan tentang pertandingan selanjutnya. Hari-hari setelahnya sedikit sulit, kuakui, tapi di level tinggi, kamu harus menatap ke depan secepatnya," tuturnya menambahkan.

Meski begitu, Raphael Varane tetap menjadi pemain belakang andalan pelatih Zinedine Zidane. Bersama Sergio Ramos, ia sudah menjadi tandem jantung pertahanan Madrid selama hampir satu dekade.

Raphael Varane merupakan pemain belakang andalan Los Blancos dalam memenangi 18 trofi, termasuk tiga titel LaLiga Spanyol dan empat Liga Champions.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%