In-depth

Sejarah Prestasi Super Langka Manchester United, Liverpool Minggir Dulu!

Senin, 30 November 2020 07:45 WIB
Editor: Indra Citra Sena
© Manchester United
Potret selebrasi Manchester United usai dipastikan menjuarai Piala Interkontinental, 30 November 1999. Copyright: © Manchester United
Potret selebrasi Manchester United usai dipastikan menjuarai Piala Interkontinental, 30 November 1999.

INDOSPORT.COM - Piala Interkontinental yang kini dikenal dengan nama Piala Dunia Klub merupakan kuburan bagi para jawara Liga Champions asal Inggris. Wakil-wakil Negeri Ratu Elizabeth hampir selalu menelan pil pahit ketika berhadapan dengan kampiun Copa Libertadores.

Hanya ada satu tim yang bisa menggebah kutukan itu, yakni Manchester United, pada edisi 1999. Tim Setan Merah mengukir sejarah langka kala menekuk Palmeiras dengan skor tipis 1-0 di Stadion National Yoyogi, Tokyo, Jepang, 30 November 1999.

Duel antartim terbaik Eropa melawan Amerika Latin selaku dua kutub sepak bola dunia memang selalu menarik perhatian. Tampak perbedaan gaya permainan kedua kubu dari model pemanasan sebelum bertanding.

Manchester United, seperti tim Eropa pada umumnya, mengusung pemanasan kolektif atau secara bersama-sama, sedangkan Palmeiras tampak dilepas untuk berkreasi masing-masing sesuai kultur individualis khas Amerika Latin.

Aklimatisasi yang sudah dilakukan sepekan sebelum pertandingan mungkin membuat segenap pemain Palmeiras begitu percaya diri. Bisa dimaklumi karena Alviverde alias Si Putih-Hijau berasal dari negara beriklim hangat sehingga mesti membiasakan diri dengan suhu dingin. 

Di lain pihak, Manchester United datang selang beberapa hari setelah Palmeiras karena sama sekali tak bermasalah dengan iklim dingin. Seluruh pemain inti seperti David Beckham, Ryan Giggs, Paul Scholes, dan Roy Keane dibawa ke Jepang.

Jelas bahwa pelatih Sir Alex Ferguson berencana mengukir sejarah. Pria berkebangsaan Skotlandia itu bahkan sengaja menyiapkan dua formasi yang ia yakini dapat mengecoh pemahaman Palmeiras soal permainan Manchester United.

Awalnya, Manchester United menggunakan pakem 4-5-1 dengan menempatkan Ole Gunnar Solskjaer seorang diri di depan. Strategi ini tergolong berhasil mengejutkan Palmeiras yang sebelumnya mengira kubu lawan bakal mengusung pola standar Inggris, yaitu 4-4-2.

Keberadaan lima gelandang menjadikan permainan Manchester United lebih hidup. Roy Keane, yang cenderung bertahan di laga-laga terdahulu, bisa membantu serangan tim, bahkan mencetak gol kemenangan, lantaran peran sang kapten digantikan oleh Nicky Butt.

Keane mencetak gol penentu melalui sodoran ringan di muka gawang menyambut umpan silang Giggs yang tak mampu dihalau secara sempurna oleh kiper legendaris Palmeiras, Marcos, pada menit ke-35.

Jadilah Manchester United sebagai klub Inggris pertama dan satu-satunya yang pernah menjuarai Piala Interkontinental. Momentum bersejarah ini sekaligus menebus kegagalan para pendahulu di edisi 1968 akibat keok dari Estudiantes.

Selain Manchester United, terdapat tiga klub Inggris lain yang pernah menjejak Piala Interkontinental, tapi selalu saja gagal. Perinciannya adalah Nottingham Forest (1980), Liverpool (1981, 1984), dan Aston Villa (1982).

Pesta Manchester United di Piala Interkontinental 1999 semakin lengkap mengingat Ryan Giggs, selaku pemberi assist yang berbuah gol kemenangan tim, terpilih sebagai man of the match. Dia berhak menerima hadiah berupa mobil sedan sporty.

“Saya hanya mencoba bermain sebaik mungkin di atas lapangan. Perasaan saya juga sedang bagus karena semalam sebelum laga saya tidur nyenyak sehingga bisa berkonsentrasi penuh,” cetus Ryan Giggs usai laga.

Susunan Pemain:

Manchester United (4-5-1): 1-Bosnich; 2-G. Neville, 27-Silvestre, 6-Stam, 3-Irwin; 7-Beckham, 16-Keane, 8-Butt, , 18-Scholes (10-Sheringham 75'), 11-Giggs; 20-Solskjaer (19-Yorke 46')
Cadangan: 26-Taibi, 12-P. Neville, 25-Fortune, 28-Higginbotham, 30-Wallwork
Pelatih: Sir Alex Ferguson (Sko)

Palmeiras (4-4-2): 1-Marcos; 2-Arce, 3-Junior Baiano, 4-Roque Junior, 6-Junior; 10-Alex, 5-Cesar Sampaio, 15-Galeano (17-Evair 54'), 11-Zinho; 20-Asprilla (9-Oseas 56'), 7-Paulo Nunes (19-Euller 77')
Cadangan: 21-Sergio, 8-Rogerio, 13-Tiago Silva, 18-Kleber
Pelatih: Luiz Felipe Scolari
 
Stadion: National Tokyo (53.372)
Gol: Keane 35’
Wasit: Krug (Jer)
Kartu Kuning: Silvestre (M)/Alex (P)
Kartu Merah: -

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
0%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%