Liga Inggris

3 Duel Panas yang Cerminkan Rivalitas Tottenham Hotspur dan Chelsea

Rabu, 3 Februari 2021 20:34 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© John Walton/PA Images via Getty Images
Cesar Azpilicueta mencoba menghentikan Lucas Moura dalam laga Chelsea vs Tottenham Hotspur Copyright: © John Walton/PA Images via Getty Images
Cesar Azpilicueta mencoba menghentikan Lucas Moura dalam laga Chelsea vs Tottenham Hotspur
1. Chelsea vs Tottenham Hotspur 2016 atau Battle of the Bridge

Laga bertajuk Battle of the Bridge menjadi gambaran dari panasnya persaingan Chelsea dan Tottenham Hotspur.

Dalam laga yang berlangsung di Stamford Bridge tersebut, kedua tim harus puas berbagi angka 2-2. Namun, Tottenham menjadi tim yang terluka. Sebab hasil seri itu membuat impian Tottenham meraih gelar Liga Inggris pupus.

Panasnya duel ini terlihat dari jalannya pertandingan di mana terdapat 26 pelanggaran da 12 kartu kuning (3 untuk Chelsea, 9 untuk Tottenham).

Wasit yang memimpin laga itu, Mark Clattenburg bahkan mengaku seharusnya ia bisa mengusir tiga pemain Tottenham kala itu. Namun ia memilih membiarkan Tottenham menghancurkan diri sendiri.

2. Tottenham Hotspur vs Chelsea 2008 atau The Thrilling London Derby

Laga ini menjadi laga panas kedua yang menggambarkan rivalitas Tottenham dan Chelsea sejak era 2000-an tepatnya di tahun 2008.

Delapan gol tercipta di laga yang berlangsung di White Hart Lane di mana banyak pelanggaran keras yang terjadi sepanjang laga.

Saat itu, Chelsea mampu unggul 3-1 terlebih dulu atas tuan rumah Tottenham Namun dalam setengah jam atau sejak menit ke-60, empat gol tercipta kembali di mana satu gol untuk Chelsea dan tiga gol untuk Tottenham.

Robbie Keane menjadi aktor utama di balik comeback epik Tottenham lewat golnya di menit ke-88.

Laga ini menjadi salah satu laga terbaik bagi fans Tottenham yang akan terus dikenang ketika berhadapan dengan Chelsea. Apalagi mengingat Passion serta Fighting Spirit yang dimiliki Spurs.

3. Tottenham Hotspur vs Chelsea 2012

Laga ini menjadi duel panas ketiga yang memang sangat menghibur. Sebab, enam gol tercipta di mana dua gol dibuat oleh Tottenham dan empat gol dibuat oleh Chelsea.

Laga dibuka lewat gol voli Gary Cahill. Gol tersebut seakan membuat stadion terhenyak dan menyisakan suara jala gawang bekas sontekan keras bek milik Chelsea tersebut. Gol tersebut menjadi satu-satunya gol yang tercipta di babak pertama.

Di babak kedua, pertandingan mulai memanas. Duel keras mulai terlihat dibarengi banyaknya gol yang tercipta.

Spurs mampu membalikkan keadaan menjadi 2-1 hingga menit ke-54 lewat gol William Gallas dan Jermain Defoe.

Setelahnya, Chelsea mulai bangkit dan mencetak tiga gol sejak menit ke-66 lewat dua gol Juan Mata dan Daniel Sturridge.

Tiga gol tambahan Chelsea tersebut membuat fans Tottenham pergi dari stadion sebelum pertandingan usai. Tak ayal, laga ini seakan menambah kebencian pendukung Spurs atas Chelsea yang terlihat diuntungkan wasit pada laga ini.