In-depth

Zinedine Zidane yang Keras Kepala

Selasa, 9 Februari 2021 17:08 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
© Diego Souto/Quality Sport Images/Getty Images
Zinedine Zidane masih menanggapi santai soal kabar pemecatannya dari Real Madrid, sementara di waktu bersamaan skuad asuhannya makin tenggelam di LaLiga Spanyol Copyright: © Diego Souto/Quality Sport Images/Getty Images
Zinedine Zidane masih menanggapi santai soal kabar pemecatannya dari Real Madrid, sementara di waktu bersamaan skuad asuhannya makin tenggelam di LaLiga Spanyol

INDOSPORT.COM - Zinedine Zidane masih menanggapi santai soal kabar pemecatannya dari Real Madrid, sementara di waktu bersamaan skuad asuhannya makin tenggelam di LaLiga Spanyol.

Karier pelatih Zinedine Zidane di ujung tanduk gara-gara hasil tak maksimal yang diraih Real Madrid pada musim 2020-2021 ini. Kabar pemecatan Zidane pun terus menghiasi surat kabar.

Zinedine Zidane langsung menggebrak ketika ditunjuk menjadi pelatih kepala Real Madrid pada 2016. Pada periode pertamanya, juru taktik berkepala plontos itu langsung mempersembahkan sembilan trofi, termasuk di antaranya tiga gelar Liga Champions yang diraih secara beruntun.

Setelah periode yang sukses, pada 2018 Zidane putuskan undur diri bertepatan dengan perginya Cristiano Ronaldo ke Juventus. Namun, hanya berselang setahun, mantan playmaker top dunia ini dipanggil lagi untuk menggantikan Julen Lopetegui dan Santiago Solari yang gagal.

Di musim pertama pada periode keduanya melatih Madrid, Zidane menemui sejumlah kesulitan. Meski begitu, gelar LaLiga Spanyol dan Supercopa de Espana berhasil diamankannya.

Sayangnya, peningkatan performa tak terjadi di musim kedua pada periode melatih Madrid. Los Blancos terlihat makin lemah dan meragukan.

Saat ini skuad asuhan Zidane tertinggal poin lumayan jauh dari pimpinan klasemen LaLiga Spanyol, Atletico Madrid. Di Liga Champions, mereka harus tampil tertatih-tatih. Sementara di ajang Copa del Rey, Madrid disingkirkan tim kasta ketiga.

Meski begitu, Zinedine Zidane masih menanggapi hal ini dengan cukup santai. Ia dengan yakin masih ingin berada di kursi kepelatihan Real Madrid. 

“Kenapa saya harus pergi? Sebabnya adalah, saya melakukan apa yang saya suka. Ada momen-momen rumit, tapi kami (Real Madrid) akan terus berjuang,” ujar Zidane.