Bola Internasional

3 Cara Menilai Kreativitas Pesepak Bola selain dari Assist

Kamis, 25 Februari 2021 12:41 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© Twitter Premier League
Selebrasi bBek Liverpool, Virgil van Dijk, usai mencetak gol ke gawang Leeds United dalam laga Liga Inggris, Sabtu (12/9/20). Copyright: © Twitter Premier League
Selebrasi bBek Liverpool, Virgil van Dijk, usai mencetak gol ke gawang Leeds United dalam laga Liga Inggris, Sabtu (12/9/20).
Cara Menilai Kreativitas Pemain

1. Expected Assist (Peluan Umpan Berbuah Assist)

Expected Assist atau xA menjadi gambaran penting bagaimana sebuah peluang gol dibuat. Statistik ini menjadi gambaran seberapa kreatifnya seorang pemain dengan pemain yang beruntung memiliki rekan yang tajam dalam mencetak gol.

Sebagai contoh, Bruno Fernandes memiliki xA senilai 9.61 saja di segala ajang dengan jumlah assist mencapai 11. Lalu Harry Kane memiliki xA senilai 6.1 di segala ajang dengan jumlah assist juga 11.

Dari kacamata statistik, jumlah assist keduanya seharusnya kurang dari 11 karena xA keduanya berada di bawah nilai 10.

Oleh karenanya, jumlah assist keduanya meningkat karena kehadiran rekannya yang tajam dalam mencetak gol seperti Edinson Cavani, Marcus Rashford dan Son Heung-min.

2. Shots Assisted

Sejatinya, statistik ini tak bisa menggambarkan begitu saja bahwa seorang pemain dikatakan kreatif. Namun, jika dilihat dalam beberapa periode, statistik ini bisa menandakan kreatifnya seorang pemain atau tidak.

Sebagai contoh Mason Mount. Ia bukanlah pemain kreatif jika dilihat dari jumlah assistnya. Namun, ia membuat Shots Assisted sebanyak 50 kali (data dariTwenty 3) di Liga Inggris 2020/21 atau menjadi yang tertinggi kedua di kompetisi ini.

Mungkin ia mampu memberi operan yang berbuah peluang untuk membuat tembakan dan menjadi gol.Sayangnya, rekan setimnya tak memiliki ketajaman yang cukup untuk menciptakan gol dari Shots Assisted-nya sehingga jumlah assistnya di bawah rata-rata.

Jadi, statistik ini tak begitu menggambarkan kreativitas sepenuhnya karena umpan yang dilakukan tanpa sengaja pun bisa saja menjadi sebuah tembakan yang berpotensi menjadi gol.

3. Operan ke Sepertiga Akhir Lapangan

Statistik ini pun tak selamanya berbuah assist, tapi statistik ini penting bagi suatu tim menyusun serangan ke pertahanan lawan.

Virgil van Dijk menjadi contoh nyata. Ia memang jarang membuat assist atau bahkan cenderung tidak pernah. Namun, setiap bermain ia punya kemampuan melepaskan umpan ke pertahanan lawan.

Mungkin operannya tak selalu tepat sasaran. Namun, karena operannya lah Liverpool bisa menerapkan taktik Gegenpressingnya.

Tak semua pemain bisa memberikan atau melakukan Decision Making yang tepat saat memasuki sepertiga akhir lapangan (area lawan). Sehingga, butuh lebih dari sekadar keberanian dan kemampuan melepaskan operan yang pas agar permainan tim tetap berlanjut saat berada di area lawan.