In-depth

Analisis Taktik Liverpool vs Real Madrid: Kemandulan Akut Stadium 4

Kamis, 15 April 2021 09:55 WIB
Editor: Coro Mountana
 Copyright:
Kemandulan Liverpool Sudah Akut Hingga Stadium 4

Bahkan pelatih Liverpool, Jurgen Klopp saja mengakui kalau ada masalah di penyelesaian akhir para striker. Padahal secara permaianan hingga menciptakan peluang, Liverpool sudah cukup baik dalam melawan Real Madrid.

“Bagaimana saya harus mengatakannya, malam ini bila saja kami bisa mencetak gol cepat maka laga ini bakal jadi berbeda,” begitu alasan Klopp ketika ditanya mengapa Liverpool gagal kalahkan Real Madrid kepada BT Sport.

“Kita semua tahu berapa kali Mo Salah bisa selesaikan peluang seperti itu, bahkan dengan mata tertutup. Namun kali ini tidak,” lanjutnya.

Jika merujuk pada pertandingan, sebenarnya Liverpool sadar ada satu sektor yang bisa jadi titik lemah Real Madrid yaitu bek kanan. Federico Valverde yang dini hari tadi bermain sebagai bek kanan, tampak canggung karena itu bukan posisi naturalnya.

Alhasil merujuk juga pada pernyataan Klopp, Liverpool sebenarnya mendapat kesempatan berharga untuk mencetak gol cepat memanfaatkan titik lemah Real Madrid. Sayang penyelesaian Salah (sudah one on one) sangat buruk karena tepat di kaki kiper Thibaut Courtois.

Selepas itu, Valverde sudah bisa mengikuti irama pertandingan sehingga serangan Liverpool dari sisi kiri menjadi tak efektif lagi. Sebenarnya, Salah dan Wijnaldum masih mendapat kesempatan untuk melakukan tembakan, tapi akurasi sangat buruk sehingga melebar.

Praktis Courtois di laga tadi tak terlalu berkeringat, kecuali saat ia harus terbang menghentikan tembakan jarak jauh James Milner. Secara keseluruhan Liverpool memang mendapat banyak peluang, tapi finishing touch yang sangat buruk menjadi penyebab Real Madrid lolos.

Sebenarnya permasalahan kemandulan para striker Liverpool sudah menjadi masalah besar sejak awal tahun. Masih segar dalam ingatan kita bagaimana Liverpool selalu kalah dalam 6 laga kandang di Liga Inggris dengan catatan hanya bisa cetak 1 gol, itupun lewat penalti.

Entah apa yang terjadi, tapi sangat jelas kalau trio Roberto Firmino, Mohamed Salah dan Sadio Mane bukanlah striker mematikan yang kita kenal seperti tahun lalu. Jika tahun lalu, kita bisa melihat trio striker ini mampu mencetak gol dari sudut apapun.

Bahkan Firmino berkali-kali melakukan aksi no look goal, tapi sekarang, peluang one on one pun belum tentu menjadi gol. Kemandulan yang sudah akut ini pun sepertinya sudah mencapai stadium 4 di mana sudah sangat menahun dan sulit disembuhkan.

Satu hal yang jelas Jurgen Klopp bukanlah dokter atau pesulap, tugasnya hanya membuat Liverpool mendapat banyak peluang untuk mencetak gol. Bukan salah Klopp kalau trio Firmansah menjadi mandul seperti sekarang.

Soalnya bukan Klopp yang menembak ke gawang lawan tapi trio Firmansah itu sendiri. Berkaca pada peforma tahun ini hingga menyebabkan Liverpool tersingkir dari Liga Champions, sepertinya Klopp perlu memikirkan secara matang untuk membubarkan trio Firmansah.