Bola Internasional

Lagi! Sebelum Hadapi Thailand, Pelatih Liga Belanda Minta PSSI Naturalisasi 3 Pemain Eropa

Sabtu, 5 Juni 2021 15:22 WIB
Penulis: I Made Dwi Kardiasa | Editor:
© Getty Images
Jhon van Beukering, pelatih tim Liga Belanda mendesak PSSI naturalisasi tiga pemain Eropa sebelum Timnas Indonesia hadapi Thailand di Kualifikasi Piala Dunia. Copyright: © Getty Images
Jhon van Beukering, pelatih tim Liga Belanda mendesak PSSI naturalisasi tiga pemain Eropa sebelum Timnas Indonesia hadapi Thailand di Kualifikasi Piala Dunia.

INDOSPORT.COM - Jhon van Beukering, pelatih tim Liga Belanda, SC Veluwezoom, menyuarakan agar PSSI naturalisasi tiga pemain Eropa. Hal ini dilakukannya sebelum Timnas Indonesia tahan imbang Thailand di Kualifikasi Piala Dunia.

Skuat Garuda sempat menjamu tim arahan Akira Nishino di pertandingan lanjutan grup G. Meskipun hasilnya tak akan mampu bantu mereka lolos ke babak lanjutan, dorongan untuk menang tak bisa disembunyikan gara-gara efek pelatih Shin Tae-yong.

Setelah alami dua kali kekalahan dalam laga uji coba yakni melawan Afghanistan (2-3) dan Oman (1-3), tim Merah Putih terbilang sangat meragukan. Apalagi dengan susunan pemain muda seperti Nadeo Argawinata, Egy Maulana, Witan Sulaiman, dan Asnawi Mangkualam.

Hanya saja, diandalkannya para pemain ini tak menurunkan semangat juang Timnas Indonesia ketika mampu menahan imbang skuat Gajah Putih! Kebobolan dua gol langsung dibalas oleh Kadek Agung Widnyana (39') dan Evan Dimas (60').

Poin perdana bagi Tanah Air ini terkesan sangat istimewa, apalagi dengan posisi sebagai juru kunci dengan total lima kekalahan kala masih diasuh Simon McMenemy. Kegemilangan ini pun memicu Beukering mendesak PSSI juga memperhatikan pemain naturalisasi.

Via Instagramnya, ia mengunggah foto direktur teknik Federasi Sepak Bola Indonesia, Indra Sjafri dan mentag beberapa pemain asing yang bisa ikut bela bangsa. Ia mendesak agar Joey Suk, Kevin Diks, dan Sandy Walsh segera dinaturalisasi.

Selain itu tambahkan nama Ezra Walian, ia menuliskan: "Bukalah hatimu, bukalah pikiranmu, mereka sama seperti anda memiliki hak untuk membela tanah nenek moyangnya. Darah yang mengalir di tubuh tidak bisa dihapus karena mereka orang Indonesia."