In-depth

3 Pelatih Menganggur yang Bisa Diboyong Tottenham Usai Drama Conte, Fonseca, dan Gattuso

Sabtu, 19 Juni 2021 16:22 WIB
Editor: Yosef Bayu Anangga
© Sam Bagnall - AMA/Getty Images
Nuno Espirito Santo, mantan manajer Wolverhampton Wanderers Copyright: © Sam Bagnall - AMA/Getty Images
Nuno Espirito Santo, mantan manajer Wolverhampton Wanderers
Ada 2 Eks Manajer Liga Inggris

1. Nuno Espirito Santo

Nuno Espirito Santo kini menjadi salah satu kandidat manajer baru Tottenham Hotspur. Seperti diketahui, sejak meninggalkan Wolves beberapa waktu lalu, ia sudah dikaitkan dengan Tottenham meski akhirnya klub London Utara itu memilih memburu kandidat lain seperti Conte.

Berbekal pengalaman 3 tahun di kasta tertinggi Liga Inggris bersama Wolves, Nuno Espirito Santo diyakini takkan kesulitan beradaptasi karena sudah mengenal para pemain Tottenham. Selain itu, ia punya pola permainan atraktif yang sesuai dengan tuntutan presiden klub Daniel Levy dan para fans.

2. Rafael Benitez

© Sky Sport
Pelatih Newcastle, Rafa Benitez. Copyright: Sky SportMantan manajer Newcastle, Rafa Benitez.

Satu lagi sosok pelatih yang berstatus tanpa klub dan punya reputasi yang bagus adalah Rafael Benitez. Eks juru taktik Newcastle, Liverpool, dan Chelsea ini menganggur usai meninggalkan klub China, Dalian Professional, awal tahun ini.

Dengan pengalaman panjang tak hanya di Liga Inggris tapi juga Serie A Italia dan LaLiga, serta sejumlah gelar juara, Rafael Benitez bisa menjadi pilihan untuk mengakhiri puasa gelar Tottenham.

Namun, gaya permainannya terbilang pragmatis sehingga bertentangan dengan keinginan Daniel Levy. Selain itu, jika ingin memboyong Benitez, Tottenham harus bergerak cepat karena pria Spanyol itu kini tengah menjadi buruan Everton.

3. Joachim Low

© Getty Images
Pelatih Jerman Joachim Low. Copyright: Getty ImagesPelatih Jerman Joachim Low.

Meski saat ini memimpin timnas Jerman di Euro 2020, Joachim Low bisa menjadi opsi lain bagi Tottenham. Pasalnya, Low sudah dipastikan akan meninggalkan jabatannya usai Euro 2020 berakhir. Di sisi lain, pria 61 tahun ini terbukti jempolan dengan raihan trofi Piala Dunia.

Namun, fakta bahwa dalam 15 tahun terakhir Joachim Low membesut timnas bisa menjadi masalah karena dinamika klub dan timnas yang sangat berbeda. Apalagi, prestasi Low saat menjadi manajer di level klub sebelum melatih timnas Jerman juga terbilang tak istimewa.