In-depth

Bedah Formasi Mematikan AC Milan Jika Kedatangan Kaio Jorge dan Nikola Vlasic

Jumat, 16 Juli 2021 04:42 WIB
Editor: Prio Hari Kristanto
 Copyright:
Bedah Formasi Milan

Bersama CSKA Moscow, karier Nikola Vlasic berkembang pesat. Sejak bergabung pada 2018, ia sudah mencatatkan 103 penampilan dengan torehan 33 gol dan 20 assist.

Di usia yang belum genap 23 tahun ia sudah menjadi tulang punggung tim. Maka tak heran CSKA Moscow segera mempermanenkannya dari Everton.

Dua musim terakhir bisa dibilang ada puncak performa Vlasic sejauh ini. Pada musim 2019/20, ia mencatatkan 30 penampilan di liga dengan torehan 13 gol dan 5 assist.

Berlanjut ke musim 2020/21 lalu, ia mencatatkan 26 penampilan dengan kontribusi 11 gol dan 5 assist.

Bicara statistik, maka Nikola Vlasic bisa dibilang lebih berbahaya ketimbang Hakan Calhanoglu. Selain itu, kelebihan lain yang dimilikinya adalah kemampuannya dalam beroperasi di banyak posisi lini tengah.

Selain gelandang serang dan penyerang sayap kiri, ia juga bisa main di flank kanan sebagai penyerang sayap atau pun gelandang sayap. Bahkan, ia juga bisa main sebagai gelandang tengah di belakang penyerang lubang.

Versatilitas yang dimiliki Nikola Vlasic bisa menjadi keuntungan bagi AC Milan. Seperti diketahui, selain butuh sosok penyerang lubang di bursa transfer, Milan di bawah Stefano Pioli juga sering bereksperimen di lini tengah.

Dalam formasi 4-2-3-1, Nikola Vlasic bisa main sebagai penyerang sayap kiri atau pun kanan. Insting mencetak golnya yang cukup tinggi bisa membantu AC Milan meraih lebih banyak kemenangan di musim depan.

Sementara itu, kelebihan yang sama juga dimiliki oleh wonderkid Brasil, Kaio Jorge. Meski kini lebih dikenal sebagai penyerang tengah, Kaio Jorge sejatinya bisa memainkan sejumlah posisi di lini serang dengan sama baiknya.

Ia bahkan mengawali kariernya di akademi Santos sebagai gelandang serang. Dilansir 90min, sejauh ini Kaio Jorge pernah bermain sebagai penyerang tengah, sayap, gelandang serang, dan false nine untuk Santos.

Perubahan posisi itu bahkan membantunya mencetak 5 gol untuk Santos di Copa Libertadores 2019/2020 ketika klub tersebut finis sebagai runner up.

Di dalam tim AC Milan, Kaio Jorge bisa sangat dibutuhkan. Ia bisa beradaptkasi sebagai ujung tombak dalam skema 4-2-3-1 milik Stefano Pioli. Dengan keberadaan Nikola Vlasic di pos playmaker, maka kerja Kaio Jorge dalam mencetak gol akan lebih mudah.

Namun, jika Zlatan Ibrahimovic dalam kondisi fit, maka Kaio Jorge tetap bisa dimainkan sebagai penyerang sayap kanan, atau pun menggantikan Nikola Vlasic di lini tengah. Memiliki pemain yang versatile adalah sebuah keuntungan dalam skema 4-2-3-1 miliki Stefano Pioli.