Bola Internasional

Dipermalukan Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Segera Jalani Sidang

Kamis, 22 Juli 2021 21:17 WIB
Penulis: Deodatus Kresna Murti Bayu Aji | Editor:
© Fathailand.org
Dipermalukan Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Segera Jalani Sidang. Copyright: © Fathailand.org
Dipermalukan Timnas Indonesia, Pelatih Thailand Segera Jalani Sidang.

INDOSPORT.COM - Seusai dipermalukan timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2022 beberapa waktu lalu, pelatih Thailand bernama Akira Nishino akan segera menjalani sidang.

Seperti diketahui, Akira Nishino gagal membawa Thailand lolos ke babak ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2022 setelah ditahan pasukan muda timnas Indonesia 2-2, dihajar UEA 1-3, dan kalah 0-1 dari Malaysia.

Hasil tersebut membuat Thailand gugur karena hanya mampu finis di posisi keempat klasemen Grup G atau satu tingkat di atas pasukan Shin Tae-yong.

Sejak Kualifikasi Piala Dunia berakhir, Akira Nishino langsung menghilang tanpa kabar dan diketahui pulang ke negara asalnya, Jepang. Sikapnya membuat Asosiasi Sepak Bola Thailand (FAT) geram dan segera memintanya kembali ke Negeri Gajar Perang.

Dilansir dari SMM Sport, pelatih berusia 66 tahun itu baru saja kembali ke Thailand pada 21 Juli 2021 lalu. Presiden FAT bernama Somyot Poompunmuang menjelaskan akan segera mengadakan sidang untuk meminta pertanggung jawaban dari Akira Nishino.

"Setelah Kualifikasi Piala Dunia, FAT belum bertemu dengan Pelatih Nishino. Biasanya, setelah setiap akhir turnamen, harus ada pertemuan antara pelatih kepala dan FAT," ujar Somyot Poompunmuang.

"Kami ingin tahu mengapa tim Thailand tidak mencapai target? Dengan demikian melihat kekurangan, serta mengklarifikasi alasan kegagalan, dari sudut pandang pelatih, dan kemudian membawa sudut pandang ini kepada para penggemar dan media," tuturnya menambahkan.

IDS Emoticon Suka
Suka
39%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
4%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
13%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
17%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
9%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
4%
IDS Emoticon Marah
Marah
13%