Bola Internasional

Bikin Ngilu! Mengenang Tekel Brutal yang Berbuah Cedera Paling Horor di Sepak Bola

Senin, 27 September 2021 22:05 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
© MotherSoccer
Ewald Lienen saat berseragam Arminia Bielfeld Copyright: © MotherSoccer
Ewald Lienen saat berseragam Arminia Bielfeld
Ceder Paling Horor di Sepak Bola

Ewald Lienen adalah seorang pesepak bola yang pernah membela beragam klub di Jerman dari setiap kasta. Dua klub papa atas Jerman yang pernah ia bela adalah Arminia Bielefeld dan Borussia Mochengladbach.

Kariernya dimulai pada tahun 1974 saat hijrah ke Arminia Bielefeld di mana ia bermain cukup lama bersama tim barunya hingga 1977.

Pada 1977 ia hijrah ke Monchengladbach dan bermain selama empat tahun sebelum kembali ke Bielefeld pada musim panas 1981.

Kepulangannya ke Bielefeld nyatanya diwarnai sebuah insiden yang mungkin hingga saat ini tercatat sebagai cedera terhoror dan pelanggaran terbrutal dalam sejarah sepak bola.

Saat itu 14 Agustus 1981. Arminia Bielefeld dan Lienen menjalani partai kedua Bundesliga Jerman melawan Werder Bremen.

Laga pun berjalan menarik di awal-awal pertandingan. Hingga akhirnya di menit ke-20, sebuah pelanggaran keras terjadi.

Bek Werder Bremen, Norbert Siegmann, mengganjal Lienen dengan keras  untuk menghentikan pergeraknnya dengan dua kaki ke arah pahanya.

Seketika Lienen pun terjatuh. Ia tak mengalami patah kaki, tapi terjangan itu membuat luka sobekan di pahanya sehingga otot dan tulang pahanya terlihat!

Luka robek itu menganga sekitar 25 cm di pahanya. Lienen pun kesakitan tapi ia tak berguling-guling mengerang kesakitan seperti pemain sepak bola saat ini.

© ndr.de
Ewald Lienen saat berseragam Arminia Bielfeld Copyright: ndr.deEwald Lienen saat berseragam Arminia Bielfeld

Lienen langsung berdiri dengan wajah kesakitan dan kesal kemudian berlari tertatih-tatih ke pinggir lapangan tanpa mengindahkan tim medis.

Ia kemudian melabrak pelatih Werder Bremen, Otto Rehhagel yang ia duga sebagai dalang cedera tersebut karena meminta Siegmann untuk melanggarnya dengan keras.

Setelahnya, Lienen mendapat perawatan dan ditandu ke luar lapangan serta dibawa ke rumah sakit di mana ia mendapat 23 jahitan serta waktu 20 hari untuk penyembuhan.

Aksi tekel brutal dan cedera itu pun memantik emosi para pendukung Bielefeld. Saat Lienen dan Werder Bremen bertemu empat bulan kemudian, banyak pendukung Bielefeld memberikan ancaman.

Siegmann sebagai pelaku mendapat ancaman mati dari pendukung Bielefeld. Lalu Otto Rehhagel juga bahkan harus mengenakan rompi anti peluru saat masuk ke lapangan.