Liga Indonesia

Komnas HAM Minta PSSI Dibekukan, Petinggi Persib Bandung: Jangan Gegabah!

Minggu, 6 November 2022 13:55 WIB
Penulis: Arif Rahman | Editor: Prio Hari Kristanto
© Arif Rahman/INDOSPORT
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menanggapi terkait Komnas HAM yang akan memberikan rekomendasi untuk membekukan PSSI. (Foto: Arif Rahman/INDOSPORT) Copyright: © Arif Rahman/INDOSPORT
Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menanggapi terkait Komnas HAM yang akan memberikan rekomendasi untuk membekukan PSSI. (Foto: Arif Rahman/INDOSPORT)

INDOSPORT.COM - Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, menanggapi terkait Komnas HAM yang akan memberikan rekomendasi untuk membekukan PSSI. 

Menurut Umuh, Komnas HAM jangan gegabah dalam mengambil keputusan, apalagi sampai memberikan rekomendasi agar PSSI dibekukan. Pasalnya, akan banyak pihak yang sangat dirugikan jika rekomendasi tersebut dijalankan, termasuk Liga 1.

"Itu gegabah ya, bahaya untuk membekukan persepakbolaan yang ada di Indonesia," kata Umuh Muchtar saat ditemui wartawan, Sabtu (05/11/22).

"Ini semua orang pencinta sepak bola Indonesia, makanya hampir 70-80 persen dan ini tempat hiburan masyarakat bawah dan menengah atas juga. Sepak bola ini untuk mempersatukan bangsa persatuan kesatuan untuk silaturrahmi, jangan salah," ujar Umuh.

Sebagai informasi, Komnas HAM akan memberikan rekomendasinya ke pemerintah melalui Menkopolhukam Mahfud MD untuk dilaporkan ke Presiden Joko Widodo.

Andai PSSI membekukan aktivitasnya atas permintaan pemerintah, itu bisa berujung pada turunnya sanksi dari FIFA. 

"Kalau sampai dibekukan, terus nanti dibekukan terus siapa yang membekukan dari FIFA kan pasti nanya, janganlah. Kalau dibekukan nanti FIFA turun di-banned 8 tahun mau jadi apa, nangis semua," ucapnya.

Pria yang akrab disapa Pak Haji ini menuturkan, ada cara lain untuk menyelesaikan persoalan dan membenahi sepak bola Indonesia tanpa harus dibekukan.

Lebih lanjut Umuh menuturkan, terkait tragedi Kanjuruhan sendiri, harus dicari pihak yang melakukan pelanggaran HAM, sehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

"Permasalahan ini bisa diselesaikan cari permasalahan semua dan itu sudah jelas ini musibah di Kanjuruhan saya turut prihatin. Ini tinggal menyesalkan permasalahannya cari siapa yang melanggar HAM, cari saja," ujarnya.