Open-minded dan Punya Visi Misi Jelas, La Nyalla Dapat Apresiasi dari Guru Besar UNY
Sementara Ketua Asprov PSSI Jabar, Tommy Apriantono, dalam paparannya menjelaskan, harkat dan martabat bangsa diangkat oleh salah satunya olahraga.
"Prestasi olahraga di level internasional menjadi barometer sistem pembinaan keolahragaan. Sejak Sea Games 1991, prestasi sepak bola Indonesia fluktuatif," ujarnya.
Tommy menyebut ada empat pilar pembinaan sepak bola yakni usia dini, kompetisi, pelatih, dan timnas.
"Pembinaan usia dini belum dikelola dengan benar baik pengenalan dan pemasalan. Filanesia belum dimassifkan. Tidak ada kompetisi yang berlangsung lama untuk usia remaja," tutur Tommy.
Di sisi lain, dalam hal kepelatihan, Tommy menyebut sesungguhnya pelatih yang membuat pemain menjadi andal dalam mengolah si kulit bundar.
Tapi pendidikan kepelatihan tidak diperhatikan dengan baik. Kalau Indonesia mau berprestasi, harus mengubah cara berlatihnya.
Sementara itu, Jeysing Muthiah (FIFA Development/Football Consultant) menegaskan, paparan yang disampaikan La Nyalla dalam visi dan misinya diyakini dapat mengembangkan sepak bola Indonesia di masa depan ke arah yang semakin baik dengan basis pembinaan yang tepat.