INDOSPORT.COM - PSS Sleman dalam misi mengakhiri rekor buruk pada laga pekan ke-31 Liga 1 2022/2023 di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Sabtu (18/03/23). Namun, misi ini bakal berjalan sulit karena Borneo FC dalam tren yang luar biasa.
PSS memegang rekor baru setelah kalah dari Madura United 1-2 di Pamekasan. PSS menasbihkan diri sebagai tim yang paling banyak mengalami kekalahan beruntun di Liga 1 musim ini.
Tujuh kekalahan beruntun yang dicatatkan PSS "mengungguli" RANS Nusantara FC yang pernah enam kali kalah beruntun. Catatan ini berpotensi lanjut menjadi delapan kekalahan.
Potensi itu sangat besar karena PSS Sleman dalam kondisi compang-camping. Mereka bakal main tanpa tiga pemain asingnya, yakni Jihad Ayoub, Jonathan Cantillana dan Yevhen Bokhshvili karena dalam kondisi cedera.
Selain itu, PSS masih akan memantau kebugaran Muhammad Ridwan, Ega Rizky dan Nur Diansyah. Jika ketiganya juga harus absen, maka PSS bisa menjadi lumbung gol baru bagi Borneo FC.
Dalam tiga partai terakhir, Borneo FC tak sekadar sapu bersih kemenangan. Mereka juga mencatatkan sepuluh gol dan hanya kebobolan dua gol saja.
Jelas rekor luar biasa Borneo FC harus disikapi dengan luar biasa oleh PSS. Mereka tak bisa sekadar main dengan semangat, namun juga menjalankan taktik yang sudah dipersiapkan dalam sesi latihan.
Jika disiplin taktik bisa dijalankan sepanjang pertandingan, bukan tidak mungkin rentetan kekalahan beruntun akan terhenti pada pekan ke-31 Liga 1. Pada pertemuan pertama lalu, PSS sukses menahan Borneo FC 0-0 di Semarang.
Namun jika mereka melakukan kesalahan seperti tujuh partai sebelumnya, PSS Sleman harus siap menghadapi kritik pedas dari suporter karena kalah delapan kali beruntun.
Matheus Pato menjadi sosok yang bisa memberi bahaya bagi PSS. Dalam delapan partai terakhir, Pato mencetak tujuh gol untuk menambah koleksi musim ini jadi 19 gol.