Liga Indonesia

Reaksi Kecewa Para Pemain Timnas U-20 Setelah Piala Dunia U-20 Batal di Indonesia

Kamis, 30 Maret 2023 00:06 WIB
Penulis: Henrikus Ezra Rahardi | Editor: Juni Adi
© PSSI
Selebrasi para pemain Timnas Indonesia U-20 saat melawan Suriah U-20 pada laga AFC U20 Asian Cup di Stadion Lokomotiv (Toshkent (Tashkent)), Sabtu (04/03/23). (Foto: PSSI) Copyright: © PSSI
Selebrasi para pemain Timnas Indonesia U-20 saat melawan Suriah U-20 pada laga AFC U20 Asian Cup di Stadion Lokomotiv (Toshkent (Tashkent)), Sabtu (04/03/23). (Foto: PSSI)

INDOSPORT.COM – Respons pilu muncul dari para pemain yang sedianya bermain di Piala Dunia U-20 2023 usai pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah oleh FIFA.

Otoritas sepak bola dunia, FIFA memutuskan untuk membatalkan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Keputusan ini dibuat FIFA pada hari Rabu (29/03/23) malam WIB hanya beberapa saat usai pertemuan dengan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.

Dalam rilis resminya, otoritas sepak bola yang bermarkas di Swiss itu memang belum menjelaskan secara detail soal alasan pembatalan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Hanya saja, FIFA justru menyoroti soal tragedi Kanjuruhan yang kemudian disebut akan diprioritaskan ke depan sebagai transformasi sepak bola Indonesia.

Rencananya ajang Piala Dunia U-20 2023 sendiri akan digelar pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023 mendatang.

"Tuan rumah baru akan diumumkan sesegera mungkin, dengan tanggal turnamen saat ini tetap tidak berubah. Potensi sanksi terhadap PSSI juga dapat diputuskan pada tahap selanjutnya," bunyi pernyataan resmi FIFA.

Sebelumnya pihak Indonesia melalui ketua umum PSSI, Erick Thohir, sudah menemui langsung Presiden FIFA, Gianni Infantino, di Doha, Qatar, untuk melakukan lobi terhadap nasib tuan rumah Indonesia.

Namun ternyata FIFA tidak bergeming untuk tetap mencoret Indonesia sebagai penyelenggara turnamen kelompok umur tersebut.

Gelombang protes kehadiran timnas Israel U-20 di Tanah Air disinyalir menjadi pemicunya, mulai dari pembatalan jadwal drawing pembagian grup di Bali hingga akhirnya turnamen batal di gelar di Indonesia.