Liga Indonesia

Isu Pungli dan Mafia Wasit, Akmal Marhali Desak PSSI Bentuk Tim Pencari Fakta

Selasa, 11 Juli 2023 20:25 WIB
Penulis: Zainal Hasan | Editor: Indra Citra Sena
© stmed.net/Wikipedia
Logo PSSI Copyright: © stmed.net/Wikipedia
Logo PSSI

INDOSPORT.COM - Pengamat sepak bola Indonesia sekaligus kordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali, berharap PSSI segera membentuk tim pencari fakta terkait kabar pungli seleksi dan mafia wasit.

Roda kompetisi Liga 1 2023-2024 sudah berjalan dua pekan, tapi masih menyisakan sorotan besar. Wasit masih menjadi momok masalah besar di kancah Liga 1 2023-2024.

Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali, menilai para wasit dan asistennya bekerja sangat buruk dan melakukan kesalahan fatal dalam pengambilan keputusan krusial di hampir semua pertandingan. 

Ditambah lagi adanya pungutan liar (pungli) dalam proses seleksi wasit pada 15-16 Juni 2023 untuk meloloskan wasit yang tak lulus dalam ujian. Ini masalah besar yang harus diselesaikan bila tidak ingin kepercayaan publik kepada PSSI semakin jeblok.

"Ketua Komite Wasit PSSI harus melakukan evaluasi segera atas buruknya kinerja wasit sekaligus melaporkan kepada Ketum bahwa kasus pungli dalam seleksi wasit harus dituntaskan secepatnya. Wibawa Ketum PSSI dipertaruhkan bila terjadi pembiaran," kata Akmal Marhali.

Seleksi wasit sejatinya dipimpin langsung dua instruktur dari Jepang yakni Yoshimi Ogawa dan Toshiyugi Nagi hasil kerja sama dengan Japan Football Association (JFA). 

Tapi, untuk teknis di lapangan peran lebih banyak diberikan kepada instruktur lokal yang dipimpin Purwanto sebagai Koordinator dengan anggota Alil Rineggo, Jajat Sudrajat, Agus Haryono, Riswanda, Ayi Daud Dakhiri, Fakhrizal Kahar dan Nurwahid. 

Dalam proses seleksi ada sejumlah oknum yang memintakan uang dalam jumlah tertentu sebagai ongkos agar bisa dikatrol untuk lolos. Tes sendiri terdiri dari tiga kategori yakni Tes Fisik (bobot nilai 60), Tes Law of The Games (LOTG) (bobot 20) dan Tes Video (bobot 20).

"Sejumlah wasit mengaku diminta uang Rp 500 ribu bila ingin dibantu bisa dapat bocoran jawaban soal. Atau paket Rp 1 juta buat dibantu lolos tes fisik dan tes LOTG. Ini harus diungkap pelakunya dan diberikan hukuman berat," jelas Akmal.