Perburuan takhta Premier League musim 2025/2026 memasuki fase krusial yang mendebarkan. Arsenal kini memegang kendali penuh dalam jalur juara setelah rival terdekat mereka, Manchester City, secara mengejutkan kehilangan poin penting dalam laga dramatis kontra Everton, Senin malam.
Hingga pekan ke-35, The Gunners kokoh di puncak klasemen dengan raihan 76 poin. Skuad asuhan Mikel Arteta unggul lima angka dari Manchester City yang berada di posisi kedua. Meski City masih menyimpan satu tabungan pertandingan (match in hand), hasil imbang di Merseyside membuat margin kesalahan bagi sang juara bertahan semakin menipis.
Laga di Goodison Park hampir menjadi mimpi buruk bagi Pep Guardiola. Manchester City sempat tertinggal 3-1 hingga menit ke-82. Namun, mentalitas juara berbicara setelah Erling Haaland dan Jeremy Doku mencetak gol telat untuk memaksakan hasil imbang 3-3.
Walau berhasil menyelamatkan satu poin, hasil ini menjadi kerugian besar. Kini, skenario juara berada sepenuhnya di tangan Arsenal. Jika Meriam London berhasil menyapu bersih tiga laga sisa dengan kemenangan, mereka dipastikan akan mengangkat trofi Premier League tanpa perlu bergantung pada hasil pertandingan City.
Ketajaman lini depan dan rapatnya pertahanan akan menjadi penentu jika kedua tim berakhir dengan poin yang sama. Berdasarkan Aturan C.17 dalam Buku Panduan Premier League, jika poin identik, penentuan gelar akan diurutkan berdasarkan selisih gol, jumlah gol yang dicetak, poin head-to-head antar tim terkait.
Saat ini, Arsenal unggul dalam selisih gol (+41 berbanding +37 milik City). Namun, Manchester City lebih produktif dengan torehan 69 gol dibandingkan Arsenal yang mengemas 67 gol.
Menariknya, jika poin, selisih gol, dan jumlah gol berakhir sama kuat, Manchester City dipastikan keluar sebagai juara.
Hal ini dikarenakan City unggul dalam rekor pertemuan musim ini dengan meraih empat poin (sekali menang, sekali seri) saat menghadapi Arsenal. Jika situasi ini terjadi, musim 2025/2026 akan tercatat sebagai persaingan gelar paling ketat sepanjang sejarah Liga Inggris, melampaui drama ikonik musim 2011/12.
Kedua tim tidak hanya bertarung di liga domestik. Fokus Arsenal akan diuji pada Selasa, 5 Mei, saat menjamu Atletico Madrid di leg kedua semifinal Liga Champions setelah bermain imbang 1-1 di Spanyol.
Sementara itu, Manchester City harus membagi konsentrasi karena jadwal laga melawan AFC Bournemouth digeser ke tanggal 19 Mei demi mengakomodasi partai final FA Cup melawan Chelsea di Wembley pada 16 Mei mendatang.
Sisa Laga Krusial Arsenal:
10 Mei: West Ham United (Tandang)
17 Mei: Burnley (Kandang)
24 Mei: Crystal Palace (Tandang)
Sisa Laga Krusial Manchester City:
9 Mei: Brentford (Kandang)
13 Mei: Crystal Palace (Kandang)
19 Mei: AFC Bournemouth (Tandang)
24 Mei: Aston Villa (Kandang)
Sabtu ini, Manchester City berpeluang memangkas jarak menjadi dua poin saat menjamu Brentford, tepat sehari sebelum Arsenal melakoni Derby London yang panas di markas West Ham.
Apakah Arsenal mampu menjaga konsistensi, ataukah City kembali melakukan manuver "salip di tikungan terakhir" yang menjadi spesialisasi mereka? Seluruh mata dunia kini tertuju ke Inggris.