Liga Champions

Deretan Fakta Menarik Jelang Final Liga Champions Arsenal vs PSG: Duel Bintang di Budapest

Kamis, 7 Mei 2026 09:52 WIB
Editor: Redaksi
© INDOSPORT
Logo Liga Champions. Copyright: © INDOSPORT
Logo Liga Champions.

INDOSPORT.COM - Final Liga Champions 2025/26 dipastikan menghadirkan duel panas antara Arsenal melawan Paris Saint-Germain di Puskás Aréna, Budapest, pada 30 Mei 2026. Pertemuan dua raksasa Eropa ini bukan sekadar perebutan trofi, tetapi juga pertarungan sejarah, ambisi, dan generasi emas dari kedua klub.

Arsenal datang dengan status tim paling konsisten sepanjang musim, sementara PSG memburu sejarah mempertahankan gelar Liga Champions secara beruntun. Melansir dari situs resmi UEFA, berikut deretan fakta final Liga Champions musim ini.

1. Arsenal Tak Terkalahkan, Arteta Dekat dengan Sejarah

Arsenal melaju ke final setelah tampil impresif sejak fase liga. Tim asuhan Mikel Arteta menyapu bersih delapan kemenangan di fase liga dengan torehan 23 gol dan hanya kebobolan empat kali.

Perjalanan The Gunners berlanjut mulus di fase gugur usai menyingkirkan Bayer Leverkusen, Sporting CP, hingga Atlético Madrid.

Arsenal juga mencatatkan rekor belum terkalahkan sepanjang kompetisi musim ini dengan 11 kemenangan dan tiga hasil imbang. Catatan itu membuat klub London Utara tersebut berpeluang menyamai pencapaian langka para juara Eropa yang mampu mengangkat trofi tanpa sekali pun kalah dalam satu musim.

Ini menjadi final Liga Champions kedua Arsenal setelah sebelumnya finis runner-up pada musim 2005/06.

2. Viktor Gyökeres Jadi Pembeda

Kehadiran Viktor Gyökeres dinilai menjadi kepingan terakhir yang selama ini dibutuhkan Arsenal. Penyerang asal Swedia itu memberi dimensi baru di lini depan lewat kecepatan, agresivitas, dan penyelesaian akhir yang tajam.

Selain Gyökeres, Arsenal tetap mengandalkan kreativitas Bukayo Saka. Winger Inggris itu terus menunjukkan konsistensi dengan kontribusi gol dan assist yang stabil sepanjang musim.

Saka bahkan menjadi pemain Inggris pertama yang mencetak gol di semifinal Liga Champions dalam dua musim beruntun. Hingga kini, ia telah mencatat lebih dari 150 kontribusi gol bersama Arsenal, terdiri dari 80 gol dan 70 assist.

3. PSG Kejar Back-to-Back Champions League

Di sisi lain, PSG kembali membuktikan diri sebagai kekuatan besar Eropa setelah menembus final kedua secara beruntun. Klub Prancis tersebut sebelumnya sukses meraih trofi Liga Champions pertama mereka musim lalu usai menghancurkan Inter Milan dengan skor 5-0 di final.

Kini, tim asuhan Luis Enrique memburu sejarah sebagai klub kedua di era Liga Champions yang mampu mempertahankan gelar setelah Real Madrid melakukannya pada periode 2016-2018.

PSG memang sempat terseok di fase liga dengan finis di posisi ke-11. Namun, performa mereka berubah drastis di fase gugur.

Mereka menyingkirkan AS Monaco, lalu menghancurkan Chelsea dengan agregat 8-2. Setelah itu, PSG mengatasi Liverpool dengan agregat 4-0 sebelum melewati duel sengit kontra Bayern Munich dengan agregat 6-5.

4. Khvicha Kvaratskhelia Jadi Raja Knockout

Salah satu sosok paling menonjol dalam perjalanan PSG musim ini adalah Khvicha Kvaratskhelia.

Pemain asal Georgia itu tercatat menjadi pemain paling menentukan di fase knockout Liga Champions 2025/26 dengan total 10 kontribusi gol, terdiri dari tujuh gol dan tiga assist.

Jumlah tersebut melampaui kontribusi Julián Álvarez (8), Harry Kane (8), Ousmane Dembélé (7), hingga Désiré Doué (7).

Selain Kvaratskhelia, PSG juga tetap mengandalkan lini depan cepat berisi Dembélé, Doué, dan Bradley Barcola yang didukung kreativitas Vitinha dan João Neves di lini tengah.

5. PSG Cetak Rekor Baru untuk Klub Prancis

Final musim ini menjadi final Liga Champions ketiga PSG sepanjang sejarah. Catatan tersebut menjadikan mereka klub Prancis dengan jumlah final terbanyak di kompetisi elite Eropa itu.

PSG juga menjadi klub pertama sejak Liverpool pada musim 2017/18 dan 2018/19 yang mampu mencapai dua final Liga Champions secara beruntun.

6. Duel Filosofi Arteta vs Luis Enrique

Laga final nanti juga akan mempertemukan dua pendekatan sepak bola modern.

Arsenal dikenal solid dalam bertahan, kuat dalam situasi bola mati, dan efisien saat menyerang. Sementara PSG tampil lebih eksplosif dengan pressing agresif, rotasi cepat, dan permainan menyerang yang cair.

Arteta mengejar trofi Liga Champions pertama dalam karier kepelatihannya, sedangkan Luis Enrique memburu gelar kedua bersama PSG setelah sukses membawa klub itu meraih treble musim lalu.

Dengan performa kedua tim sepanjang musim, final di Budapest diprediksi menjadi salah satu partai puncak Liga Champions paling menarik dalam beberapa tahun terakhir.